Unika Santu paulus ruteng

Buka Rangkaian Kegiatan Wisuda Tahun 2021, Unika Santu Paulus Selenggarakan Webinar

Foto: Flyer Webinar dalam rangka Wisuda Sarjana dan Ahli Madya Unika Santu Paulus Ruteng Tahun 2021 yang diselenggarakan pada Rabu (10/11/2021)

Ruteng, Unika Santu Paulus – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng membuka rangkaian kegiatan Wisuda Sarjana dan Ahli Madya Tahun 2021 dengan menyelenggarakan webinar, Rabu (10/11/2021). Webinar yang dijalankan melalui media zoom meeting itu, diikuti oleh semua calon wisudawan. Tema yang diangkat dalam webinar ini senada dengan tema umum wisuda, yaitu “Merdeka Berkreasi di Era Digital”. Webinar menghadirkan Dr. Marianus M. Tapung, S.Fil., M.Pd. sebagai pembicara dan dipandu oleh Chrispinus H. Jebarus, M.Th. sebagai moderator.

Theresia Alviani Sum, M.Pd., Ketua Panitia Wisuda Sarjana dan Ahli Madya Unika Santu Paulus Ruteng Tahun 2021, dalam keterangannya menyatakan pelaksanaan webinar hari ini merupakan salah satu bagian dari seluruh rangkaian Acara Wisuda Sarjana dan Ahli Madya Unika Santu Paulus Ruteng Tahun 2021. “Wisuda sarjana dan ahli madya Unika Santu Paulus Ruteng tahun 2021 mengusung tema “Merdeka Berkreasi di Era Digital”. Seluruh rangkaian kegiatan wisuda tahun ini, mulai dari seminar sampai  dengan hari pelaksanaan wisuda dilaksanakan secara daring.”ujarnya.

Lebih lanjut, Dosen pada Prodi PG PAUD Unika Santu Paulus Ruteng yang biasa disapa ibu Any itu menerangkan arti penting pelaksanaan webinar dalam rangkaian acara wisuda tahun ini. “Webinar  yang dibawakan oleh  Dr. Marianus M. Tapung, S.Fil.,M.Pd dengan tema Dr. Marianus M. Tapung, S.Fil.,M.Pd ini sangat penting untuk diikuti oleh para wisudawan, karena dunia nyata berbeda dengan dunia perkuliahan. Dunia nyata akan selalu menuntut kita untuk belajar dan berkreasi.”imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Ibu Any mengharapkan para calon wisudawan memetik pesan penting dari materi yang dibawaakan “Saya berharap mahasiswa bisa memetik pesan penting dari materi webinar ini bahwa  modal utama kita para era transformasi digital ini adalah “Human Capital”. Kompetensi tertentu bukan lagi privilese kaum tertentu. Kondisi ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kita. Jadi tantangan bila kita berhenti belajar. Jadi peluang jika kita memiliki kemauan untuk terus belajar dan berkreasi. Dunia nyata akan selalu menuntut kita untuk belajar dan berkreasi.”tutupnya.

Sementara itu, Dr. Marianus M. Tapung, S.Fil.,M.Pd. dalam pemaparan materinya  yang bertajuk “Merdeka Berkreasi Berbasis Human Capital di Era Transformasi Digital” menunjukkan hubungan erat antara transformasi digital dan sumber daya manusia atau human capital. “Transformasi digital tanpa dukungan human capital adalah absurd. Demikian pula human capital tanpa transformasi menjadi tidak bermakna. Dasar kemerdekaan sebagai manusia Indonesia di era digital ini ketika human capital sudah dipersiapkan dengan baik dan matang”, tegasnya.

Foto: Tangkapan Layar jalannya Webinar dalam rangka Wisuda Sarjana dan Ahli Madya Unika Santu Paulus Ruteng Tahun 2021 yang diselenggarakan pada Rabu (10/11/2021)

Alumnus Program Doktoral Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung itu menguraikan lintasan  laju peradaban dari waktu ke waktu dan aneka tantangan yang menyertainya. Dr. Mantovanni juga menegaskan kembali beberapa kecakapan yang dibutuhkan di era tranformasi digital pada abad ke-21 Sejumlah kecakapan ini, imbuhnya menjadi sebagai tuntutan bagi sumber daya manusia atau human capital dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dari kemajuan serta tranformasi dunia.

Mangakhiri pemaparannya, dengan mengutip blue ocean strategy yang dikemukakan oleh W. Chan Kim dan Renne Mauborgne, Dr. Mantovanny menitip strategi dalam menghadapi tantangan tranformasi digital pada era saat ini. “Di akhir pemarapan ini saya ingin mengutip blue ocean strategy yang dikemukakan oleh  Chan Kim dan Renne Mauborgne. Jika anda merasa tidak bisa bersaing dalam sebuah kompetisi. Keluarlah dari kompetisi tersebut. Ciptakan kompetisi baru di mana anda bisa menjadi pemenangnya. Hindari Red Ocean, kondisi di mana adanya persaingan sangat ketat dan saling menjatuhan untuk mengejar juara dengan  kompetitor lain. Ciptakan kebutuhan dari orang lain, dan tugas anda memenuhi kebutuhan tersebut. Sampai suatu saat orang lain sangat membutuhhkan/tergantung pada  anda. Saat itulah anda jadi pemenangnya. Ubahlah kompetisi menjadi sebuah kolaborasi. Kolaborasi harus menjadi warisan (legacy) bagi peradaban baru (habitus baru). Persiapkan kapasitas dan kapabilitas diri (karakter), kreativitas, kritis-etis, kolaborasi, dan konektivitas.” pungkasnya.

Pemaparan materi dalam webinar tampak mendapat sambutan antusias dari peserta. Ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan diskusi yang disampaikan baik melalui fitur chat maupun secara langsung.

Webinar ini berlangsung dua jam, dibuka pada pukul 08.00 Wita dan berakhir pada pukul 10.00 Wita.

(Seksi Dokumentasi dan Publikasi Panitia Wisuda Unika Santu Paulus Ruteng Tahun 2021)

x

Check Also

Unika Santu Paulus Ruteng Mewisuda 608 Lulusan Sarjana dan Ahli Madya

Ruteng, Unika Santu Paulus – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menyelenggarakan acara puncak ...