Unika Santu paulus ruteng

Cegah Hambatan Pelaksanaan UAS Selama WFH, Ini Penegasan Kaprodi PGSD Unika Santu Paulus Ruteng

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menggelar rapat yang kedua selama pandemi Covid-19, Sabtu, (30/5/2020). Rapat yang dilaksanakan secara virtual dengan menggunakan aplikasi Webex dan diikuti 20 Dosen PGSD Unika Santu Paulus Ruteng itu berjalan lancar. Salah satu agenda rapat yakni evaluasi pelaksanaan perkuliahan dari rumah (Work From Home/WFH).

Baca juga: Kaprodi PGSD Tegaskan Mahasiswa Skripsi Tidak Diizinkan Melaksanakan Penelitian Lapangan Selama Pandemi Covid-19

Beberapa dosen PGSD menyampaikan evaluasi pelaksanaan perkuliahan selama WFH. Dosen Dr. Sabina Ndiung, MPd. menyampaikan bahwa ada mahasiswa yang tidak mempunyai HP Android dan pulsa paket. Dosen Drs. Eliterius Sennen, M.Pd. menyampaikan ada mahasiswa yang tidak mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. Dosen Yohanes Wendelinus Dasor, S.Fil. M.Si menyampaikan bahwa banyak mahasiswa meminta penundaan waktu ujian dengan berbagai alasan, salah satunya karena baru mendapat soal ujian.

Baca juga: Ini yang Dilakukan Dosen PGSD Unika Santu Paulus Ruteng Saat Seminar Proposal Penelitian Mahasiswa di Tengah Pandemi Covid-19

Menanggapi beberapa catatan evaluasi itu, Kaprodi PGSD, Mikael Nardi, M.Pd. menegaskan beberapa hal. Pertama, Selama pekan Ujian Akhir Semester (UAS), mahasiswa harus berada di kota Ruteng, dan atau minimal berada di tempat yang memiliki akses jaringan telepon dan internet. Kedua, Mahasiswa mengerjakan jawaban UAS sesuai jadwal pelaksanaan ujian (roster) yang dikeluarkan oleh program studi. Keputusan senat dosen Unika Santu Paulus Ruteng menegaskan bahwa waktu bagi mahasiswa mengerjakan UAS yakni 2 jam. Dan, waktu bagi mahasiswa mengirim tugas dan atau membawa tugas kepada dosen 1 jam. Ketiga, terkait mahasiwa yang tidak memiliki HP Android dan atau laptop, serta pulsa paket, prodi memberi dua pilihan. Pilihan pertama, secara manual, mahasiswa membawa tugas-tugas perkuliahan ke rumah dosen pengampu mata kuliah asalkan mengikuti protokoler kesehatan, (b) secara daring, mahasiswa mengirim tugas-tugas perkuliahan menggunakan HP dan atau laptop teman/keluarga. (Cont/Adm: MR/RN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kaprodi PGSD Tegaskan Mahasiswa Skripsi Tidak Diizinkan Melaksanakan Penelitian Lapangan Selama Pandemi Covid-19

Sabtu, (30/5/2020), Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus ...