Unika Santu paulus ruteng

Cegah Penyebaran Covid-19, Prodi PGSD Unika Santu Paulus Ruteng Gelar Rapat Secara Virtual Melalui Aplikasi Webex

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar  (PGSD) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menggelar rapat perdana di tengah meluasnya pandemi Covid-19, Selasa (21/4/2020).  Rapat ini sebagai bentuk sosialisasi dan tindak lanjut Instruksi Rektor Unika Santu Paulus Ruteng Nomor 3 Tahun 2020. Rapat dipimpin oleh Ketua Program Studi  (Kaprodi) PGSD, Bapak Mikael Nardi, M.Pd dan diikuti 23 dosen program studi PGSD. Rapat yang berlangsung dari  pukul 10.20 Wita dan berakhir pukul 12.20 Wita itu dijalankan secara virtual engan menggunakan aplikasi Webex. Kaprodi PGSD mengaku rapat relatif berjalan lancar dan efektif. “Rapat ini dijalankan untuk menindaklanjuti beberapa kebijakan yang tertuang dalam Instruksi Rektor Unika Santu Paulus Ruteng No. 3 Tahun 2020 yang baru saja keluar. Selain itu, juga ada agenda sosialisasi beberapa keputusan rapat senat yang dijalankan Sabtu (18/4/2020) dan untuk merespons beberapa pertanyaan informatif dari para dosen dan mahasiswa PGSD Unika Santu Paulus Ruteng. Rapat berjalan 85% berjalan lancar dan efektif”, terang Mikael.

Rapat ini sendiri secara spesifik membahas beberappa agenda penting yakni: strategi pelaksanaan Ujian Tengah Semester di tengah pandemi Covid-19;  Strategi pelaksanaan perkuliahan di tengah pandemi Covid-19; Strategi pelaksanaan ujian proposal dan skripsi di tengah pandemi Covid-19;  Perubahan metode penelitian bagi mahasiswa skripsi; dan soal keliling.

Berkaitan dengan beberapa agenda tersebut, setidaknya ada beberapa poin yang mendapat penekanan. Pertama, pelaksanaan ujian tengah semester genap tahun 2019/2020 tetap dilaksanakan sesuai jadwal, 4-16 Mei 2020. Berkaitan dengan ini, rapat memutuskan bahwa penyusun soal UTS harus berbasis pengukuran kemampuan berpikir tingkat tinggi. Bentuk soal jangan sampai memberi peluang kepada mahasiswa menyalin dari google. Sementara itu, teknis pengiriman soal dan jawaban mahasiswa bisa dalam bentuk soft file dan hard file asalkan sesuai protokole kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Kedua, Pelaksanaan perkuliahan. Kaprodi PGSD mengharapkan agar bahan kuliah dibagikan kepada para mahasiswa dalam bentuk modul. Lebih lanjut, Kaprodi meminta kepada para dosen agar tidak lupa mengisi presensi online. Sementara itu, untuk mata kuliah berbasis praktik seperti micro teaching, Dr. Yul Wahyu, M.Pd membagikan pengalamannya dengan membuat video. Kalau saya punya, saya meminta para mahasiswa membuat video pengajaran mandiri di rumah kemudian hasilnya dikirim ke group WA kami punya, ungkapnya.

Ketiga, Pelaksanaan ujian proposal dan skripsi. Rapat memutuskan bawhwa ujian proposal/skripsi bisa dilakukan dengan dua opsi yaitu, bisa tatap muka asalkan mengikuti protokol kesehatan demi mencegah meluasnya penyebaran pandemi Covid-19. Bisa menggunakan video call melalui aplikasi WhatsApp atau sejenisnya. Berkaitan dengan ini, Dr. Sabina Ndiung, M.Pd. mengusulkan ujian proposal/skripsi menggunakan video call. Agar menghindari kontak fisik dengan mahasiswa, kita bisa menggunakan video call melalui WhatsApp (WA) karena bisa menampung kapasitas tiga orang, usulnya.

Keempat,   Perubahan metode penelitian  bagi mahasiswa skripsi. Berkaitan dengan ini, Kaprodi PGSD menyampaikan  bahwa perubahan metode penelitian disepakati pada saat ujian proposal skripsi. Seminar saja dulu. Terkait modifikasi metode penelitian ke metode kepustakaan itu nanti dilakukan pada saat ujian proposal skripsi. Sementara itu, bagi mahasiswa yang sudah mendapat rekomendasi penelitian atau siap melakukan penelitian kita bisa ikuti saran dari beberapa teman dosen di group WA prodi kita yakni membuat kategori. Pertama, mahasiswa penelitian kualitatif bisa melakukan penelitian menggunakan penelitian lapangan dengan memanfaatkan telepon seluler. Untuk studi korelasi bisa menggunakan google docs, sementara jenis penelitian eksperimen bisa diubah ke studi kepustakaan, dan/atau jenis penelitian yang bisa dilaksanakan. “Pada prinsipnya kita tidak ingin mahasiswa kita tidak tamat tepat waktu gara-gara pandemi covid 19 ini”, tegas Kaprodi PGSD.

Rapat diakhiri dengan penyampaian hal-hal informatif terkait Kelebihan Jam Mengajar (KJM), Kemungkinan Perpanjangan Registrasi Termin IV yang secara resmi akan disampaikan oleh Warek II, Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen, dan honor pengawas yang dihapus. (Cont/Adm: MR/RN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Unika Santu Paulus Ruteng Perpanjang Masa Pendaftaran Mahasiswa Baru Gelombang I

Foto: Brosur baru yang berisi informasi pendaftaran mahasiswa baru Unika Santu Paulus Ruteng, Tahun Akademik ...