Unika Santu paulus ruteng

FKIP Unika Santu Paulus Ruteng Gelar Yudisium dan Pengukuhan 53 Guru Profesional

Ruteng, Unika Santu Paulus – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng melakukan yudisium, pengukuhan dan sumpah profesi terhadap lulusan Program PPG Dalam Jabatan Kategori 1 angkatan 2 Tahun 2023 secara ofline. Pengukuhan dan sumpah profesi ini bertempat di Aula Gedung Utama Timur Lantai 5.

Sebanyak 53 Mahasiswa PPG FKIP Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng yang  berhasil menyelesaikan pendidikan mereka dan secara resmi diwisuda dalam acara yudisium pada hari Sabtu 20 Januari 2024. Para guru tersebut berhasil menyelesaikan program pelatihan dan uji kompetensi mereka dengan hasil yang memuaskan dan siap menyandang predikat guru profesional (Gr).

Acara ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Santu Paulus Ruteng, Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dekan dan Wakil Dekan FKIP, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, dan Ketua Program Studi PGSD. Selain itu acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga (PKO)  Kabupaten Manggarai Barat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai, Perwakilan PGRI Kabupaten Manggarai, para dosen PPG dan guru pamong PPG serta para staf panitia.

Sidang yudisium dan pengukuhan guru profesional ini dimuilai pukul 09.00 dan dibuka oleh Rektor Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si.  Selain diisi oleh sambutan dari Rektor, Ketua Yayasan Santu Paulus Ruteng, Dekan FKIP, pemerintah, dan perwakilan mahasiswa, sidang yudisium dan pengukuhan guru profesional Program PPG Dalam Jabatan Kategori 1 angkatan 2 Tahun 2023 ini juga diwarnai dengan orasi ilmiah yang dibawakan oleh Dr. Marianus Mantovany Tapung, S.Fil., M.Pd.

Dr. Maximus Tamur, M.Pd., yang bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan rasa terima kasih dan syukur atas suksesnya penyelenggaraan acara ini mengingat ini pertama kalinya kami menggelar pengukuhan mahasiswa dari program PPG. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama dan persiapan matang serta keseriusan peserta dimana sebelum pengukuhan para lulusan terlebih dulu mengikuti gladi bersih pada hari Juma’d 20 Januari 2024.

Dalam laporannya, Ketua Program Studi PPG FKIP Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus, Drs. Eliterius Sennen, M.Pd merincikan bahwa jumlah peserta guru yang dikukuhkan sebanyak 53 orang yang tersebar dari 4 kabupaten yaitu Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Kabupaten Bima. Kegiatan pengukuhan guru profesional hari ini dilaksanakan sebagai tahapan akhir dari keseluruhan proses perkuliahan bagi para guru dalam jabatan kategori 1 atau guru yang pengangkatan pada tahun 2015 ke belakang. Kegiatan perkuliahan untuk para guru daljab  kategori 1 angkatan II ini berlangsung selama 3 bulan secara online berbasis LMS (learning management system), yang dilaksankan dalam 2 siklus, tandasnya.

Pada kesempatan ini Dr. Marianus Mantovany Tapung, S.Fil., M.Pd yang membawakan orasi ilmiah dengan judul “Guru Inovatif di Abad 21 dan Trajektori Kemanusiaan Menuju Indonesia Emas 2045” menjelaskan tiga faktor yang memengaruhi perkembangan trajektori kemanusiaan diantaranya adalah perkembangan pengetahuan dan teknologi. Guru abad 21 merupakan pribadi yang mampu mengintegrasikan teknologi dalam aktivitas pendidikan, seperti yang menjadi semangat dan tuntutan kurikulum Merdeka Belajar. “Teknologi telah menyediakan berbagai sumber daya guna memfasilitasi guru dalam mempersiapkan masa depan siswa. Dalam hal ini, guru, setidaknya memahami dan mengetahui secara mendalam tentang TIK dalam pembelajaran, seperti memilih aplikasi dan perangkat lunak yang relevan dan memanfaatkan internet sebagai sumber kaya informasi. Pengenalan dan penerapan TPACK, PMM dan Rapor Pendidikan, Google Classroom, LMS, model hybrid learning, merupakan bentuk inovasi pembelajaran, yang mau tidak mau, suka tidak suka, harus dikenali dan dikuasai”  tandasnya.

Acara inti adalah pengukuhan yang dilakukan oleh Dekan FKIP Unika Santu paulus Ruteng dan Pengucapan Sumpah Profesi dipandu oleh perwakilan dari mahasiswa. “Pada hari ini Sabtu 20 Januari 2024 dengan ini saya dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng mengukuhkan dan melantik saudara dan saudari sebagai guru profesional,  mudah-mudahan saudara dan saudari diberkati oleh Tuhan yang Mahakuasa dalam mengamalkan ilmu seturut nilai iman dan pancasila”, seraya mengetuk palu sebanyak dua kali.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Yohanes Mariano Dangku, S.Fil., M.Pd. menyampaikan terima kasih kepada GTK kemendikbud Republik Indonesia yang telah mendanai dan mempercayakan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng untuk menyelenggarakan program ini. Romo Ino, demikian sapaan akrabnya mengakui bahwa menggapai gelar guru profesional untuk mahasiswa yang rata-rata usianya 55 tahun sangatlah susah. Karena itu kita harga semua usaha dan kerja keras para peserta yang hari ini dilantik dan menyampaikan sumpah profesi. Semoga para lulusan dan guru yang telah dikukuhkan dan di akui sebagai guru profesional terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi yang positif bagi para siswa dan mereka yang dilayani, tandasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Santu Paulus Ruteng Romo Ledobaldus Roling Mujur, S.Fil., M.M menggambarkan tuntutan bagi guru pada era milenial-digital ini, dimana para guru dituntut untuk beradaptasi dengan seluruh situasi dunia dan anak-anak didik. Pada era yang dipenuhi peralatan teknologi canggih ini, para guru harus memiliki penguasaan yang cakap sehingga tidak justru ketinggalan informasi dari anak-anak didik, tandasnya. Selanjutnya kepada para Yubilaris Romo Rolin, sapaan akrabnya, menyampaikan harapan untuk menjadi guru baru yang Transformatif, Adaptif, dan Inovatif. Dalam pengabdian selanjutnya semoga Bapak-Ibu semakin setia sebagai guru yang berada di depan memimpin, di samping untuk mendapingi, dan di belakang untuk mendorong anak-anak didik di Manggarai raya ini dan didaerah lain, tandasnya. Romo Rolin juga mengapresiasi mahasiswa atas nama Siti Rohana, S.Pd,Gr yang berasal dari Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat yang hadir bersama keluarganya, semoga Ibu Rohana mempromosikan kampus Unika Santu Paulus Ruteng di tempat pengabdiannya, katanya.

Pada kesempatan ini Hilarius Jahun, S.Pd.,Gr yang mewakili peserta dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada kementerian, Lembaga Unika Santu Paulus Ruteng, para dosen, guru pamong, dan pengelolah PPG yang telah berkolaborasi menjadikan mereka guru profesional. Pak Hila menyampaikan isi hatinya bahwa di sekolah ada perbedaan suasana hati dimana para guru melaksanakan kerja dengan volume yang sama namun di akhir bulan teman yang telah disertifikasi menerima gaji dua kali sedangkan kami yang belum hanya menerima satu kali. Sontak, pernyataan tersebut menimbulkan gelak tawa dan tepuk tangan yang meriah dari seluruh hadirin. Namun hari ini sangat berarti sebab suasana hati kami akan sama dengan teman guru yang sudah menerima tunjangan sertifikasi, tandasnya.

Selanjutnya kepala dinas PKO Kabupaten Manggarai Barat, Drs. Yohanes Hani, M.Pd yang pada kesempatan ini menyampaikan sambutan mewakili pemerintah menjelaskan transformasi guru dari guru biasa menuju guru hebat. Para pendidik yang dilabeli guru hebat akan selalu diingat oleh siswa dan tidak sabar menantikan kehadirannya di kelas. Kami yakin 53 guru profesional yang dikukuhkan pada hari ini akan menjadi guru hebat yang senantiasa memberikan layanan maksimal kepada para siswa, imbuhnya.

Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si dalam sambutannya mengapresiasi dan menyampaikan kebanggaannya kepada seluruh komponen penyelenggara program ini. Romo Rektor menjelaskan bahwa guru bukan hanya pembawa ilmu, tetapi juga pionir perubahan sosial dan penggerak peradaban. Lembaga Unika Santu Paulus Ruteng memegang teguh misi untuk melahirkan para pemimpin yang berintegritas, berkompeten, dan berkomitmen tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Para lulusan PPG hari ini adalah cerminan dari misi tersebut. Mereka telah melewati kurikulum yang ketat, mengasah keterampilan mengajar, dan meresapi nilai-nilai keguruan yang melandasi profesi mereka, ujar Romo Rektor.

Penulis: Dr. Max Tamur

x

Check Also

Konferensi Berlangsung Sukses dan Menginspirasi, Ketua Panitia Pelaksana The 3rd ICEHHA Unika Ruteng Apresiasi Semua Pihak

Ruteng, Unika Santu Paulus – Setelah berlangsung dengan sukses dan menginspirasi, The 3rd International Conference ...