Unika Santu paulus ruteng

Hari Pertama PKKMB FKIP Unika Ruteng, Mahasiswa Diajak Jadi Pebelajar Mandiri dan Miliki Sense of Nationhood

Foto: Tangkapan Layar Pelaksanaan PKKMB FKIP Unika Santu Paulus Ruteng pada hari pertama, Kamis (19/08/2021)

Ruteng, Unika Santu Paulus – Fakultas  Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng mulai menjalankan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) hari pertama pada Kamis (19/08/2021) pagi. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama 3 (tiga) hari ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si. Menurut data panitia, 766 mahasiswa baru menjadi peserta dalam kegiatan yang digelar secara daring mellui media zoom meeting cloud ini. Mahasiswa baru tersebut tersebar di 6 (enam) program studi yang ada FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, yaitu Prodi Pendidikan Teologi (59 orang), Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (150 orang), Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (301 orang), Prodi Pendidikan Matematika (41 orang), Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (121 orang) dan Prodi Pendidikan Guru PAUD (94 orang).

Dalam sambutan pada awal kegiatan, Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si. menyampaikan ucapan selamat datang kepada 766 mahasiswa baru. “Atas nama keluarga besar FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, saya mengucapkan selamat datang kepada semua mahasiswa baru”, ujarnya. Dr. Maks lalu mengajak semua mahasiswa untuk mengikuti semua rangkaian kegiatan PKKM secara penuh dan utuh sambil menyimak pesan-pesan penting yang disampaikan oleh narasumber. “Saya mengajak kita semua untuk mengikuti kegiatan PKKMB ini secara penuh dan utuh. Mari sama-sama kita mendengarkan pesan-pesan penting yang disampaikan melalui kegiatan ini”, tuturnya seraya membuka kegiatan secara resmi.

Mahasiswa Dituntut Jadi Pebelajar Mandiri

Selanjutnya, peserta mengikuti penyampaian materi dari sejumlah pembicara. Dr. Hendrikus Midun, S.Fil., M.Pd, yang tampil sebagai pembicara pertama menegaskan bahwa di tengah era digital dan dimulainya era kenormalan baru (new normal) saat dan pascapandemi ini , mahasiswa dituntut untuk mampu menjadi pebelajar yang tangguh dan mandiri.

Mengutip Fermín & Carmen (2004), Dr. Hendrik menyatakan pebelajar mandiri adalah mereka yang mampu melakukan proses aktif dan konstruktif dalam dirinya  untuk    menetapkan tujuan, memantau, mengatur, dan mengontrol kognisi, motivasi, dan perilaku belajar  agar sesuai dengan   tujuan belajar yang telah direncanakan dan situasi serta kondisi yang tercipta.

Menyimpulkan uraian materinya, alumnus program doktoral Universitas Negeri Malang itu menyampaikan apa yang dibutuhkan mahasiswa di era digital ini agar sanggup menjadi pebelajar mandiri. “Agar bisa beradaptasi di era digital yang menantang ini, kita hendaknya memilki hal-hal ini: 1. Perubahan mindset dan kemauan belajar; 2 Proaktif terhadap perubahan; 3. Mengasah kemampuan berpikir kreatif dan kritis; 4. Senang melakukan komnikasi dan kolaborasi; 5. Literasi  informasi, digital, internet;  6  Adaptif  situasi dan kondisi yang ada”, pungkasnya.

Mahasiswa Dituntut Miliki Sense of Nationhood

Sementara itu, Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si, dalam penyampaian materi berjudul “Mahasiswa Yang Berkarakter Kebangsaan, Anti-Radikalisme, dan Bersikap Toleran, menuturkan bahwa di tengah ancaman radikalisme dan intoleransi secara nasional dan global, mahasiswa hendaknya memunyai sense of nationhood yang baik. “Radikalisme dan Intoleransi adalah simptom global dan nasional yang harus menjadi keprihatinan kita bersama. Untuk menangkal ini, mahasiswa harus memiliki sense of nationhood, rasa kebangsaan yang kuat” terangnya.

Foto: Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si, saat membawakan materi dalam PKKMB FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, Kamis (19/08/2021)

Lebih jauh, Dr. Maks menegaskan bahwa pembentuk karakter mahasiswa yang toleran dan antiradikalisme adalah sebuah pilihan dasar atau optio fundamentalis. “Panggilan mendasar setiap mahasiswa Indonesia adalah panggilan untuk hidup dengan semangat membangun keharmonisan dan kedamaian untuk mencapai kesejahteraan bersama, dengan empat pilar kebangsaan, yaitu “UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”, tandasnya.

Seusai penyampaian materi dari dua pembicara ini, mahassiwa peserta PKKMB selanjutnya mengikuti penyampaian peneguhan dan informasi dari pimpinan universitas yaitu Rektor dan Wakil Rektor 1. Rektor menyampaikan materi tentang Visi, misi, dan Sejarah Unika St. Paulus Ruteng sementara Wakil Rektor 1 membawakan materi tentang Tridharma PT: Pembelajaran (LMS, Kampus Merdeka, SIAKAD), Penelitian dan PkM. (Sie Publikasi dan Dokumentasi PKKM FKIP Unika Santu Paulus Ruteng)

x

Check Also

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Unika Santu Paulus Kembangkan Model Pembelajaran Enterpreneursip in Tourism

Foto: Profesor Anita Lie saat menyapaikann materi “ Developing Enterpreneurship in Tourism Course Design” Ruteng, ...