Unika Santu paulus ruteng

Implementasi Kerja Sama, Pustakawan IKTL Magang Kepustakaan Berbasis Digital di Unika St. Paulus Ruteng

Ruteng, Unika Santu Paulus – Implementasi kerja sama, Pustakawan IKTL melaksanakan Magang Kepustakaan Berbasis Digital di Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Jumat (14/06/2024) di Perpustakaan Unika St. Paulus Ruteng.

Tujuan dilaksanakannya magang bagi pustakawan adalah agar dapat belajar untuk membangun perpustakaan berbasis teknologi digital. Selain itu, manfaat yang diperoleh dari adanya program magang ini menjadikan perpustakaan IKTL perlahan berkembang untuk membantu mahasiswa dalam proses perkuliahan dan penjajakan referensi. Magang dilaksanakan sejak 10 sampai 15 Juni 2024.

Kanisius Supardi, M.Pd Kepala Unit Perpustakaan Unika St. Paulus Ruteng mengucapkan terima kasih kepada Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka.

“Terima kasih kepada lembaga IKTL yang telah memilih perpustakaan unika St. Paulus Ruteng sebagai tempat belajar bersama. Kehadiran pustakawan IKTL sebagai bukti bahwa kerja sama yang sudah dilakukan itu terealisasi bukan satu pekan ini tetapi akan terus berkelanjutan,” ungkapnya.

Kanis juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Perguruan Tinggi Henricus Leven dan Rektor IKTL.

“Terima kasih pula kepada Yayasan Perguruan Tinggi Henricus Leven dan Rektor IKTL yang telah mengutus pustakawan untuk belajar bersama kami. Tentu kami juga akan siap menerima dan membantu apa saja yang diinginkan oleh perpustakaan IKTL Sejauh kami mampu membantu. Perpustakaan unika terus berbenah juga demi pengembangan pendidikan,” ungkap Kepala perpustakaan itu.

Suster Ambrosia Beding, CIC, pustakawan Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka mengungkapkan bahwa perpustakaan Unika St. Paulus Ruteng menjadi tempatnya untuk belajar perkembangan teknologi kepustakaan.

“Kurang lebih satu pekan kami belajar bersama di perpustakaan unika ini. Saya mengalami banyak hal sebagai bentuk belajar. Secara khusus saya belajar bagaimana perpustakaan menanggapi perkembangan teknologi sehingga segala hal yang berurusan dengan perpustakaan dielektronikan. Saya juga belajar tentang sirkulasi elektronik, pendataan referensi secara elektronik, pencarian referensi elektronik, kartu anggota elektronik, dan banyak hal yang berhubungan dengan kepustakaan,” ungkap suster.

Suster Ambo juga mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Unika St. Paulus Ruteng.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Unika St. Paulus Ruteng khususnya Rektor, para pimpinan struktural yang telah tulus menerima kami untuk belajar bersama di perpustakaan unika St. Paulus Ruteng. Secara khusus saya ucapkan terima kasih kepada kepala perpustakaan dan segenap pegawai perpustakaan yang selalu bersama saya dalam proses belajar tentang perpustakaan,” ungkap suster lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Beliau juga mengungkapkan permohonan maaf jika ada kesalahan selama magang.

“Tentu yang sudah saya pelajari selama sepekan akan saya terapkan dan kembangkan di perpustakaan IKTL. Mohon maaf jika ada banyak hal yang kurang dari kami. Kami akan terus belajar bersama perpustakaan Unika St. Paulus Ruteng,” ungkap suster kongregasi CIC itu.

Untuk diketahui, Perpustakaan Unika St. Paulus Ruteng telah berdiri sejak tahun 1959 bersamaan dengan berdirinya KPK (Kursus Pendidikan Kateketik) hingga menjadi Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng pada 21 Mei 2019. Keberadaan Perpustakaan Unika St. Paulus Ruteng pun terus berkembang dan menggunakan sistem komputerisasi. Perkembangan terjadi baik dari segi jenis dan jumlah koleksi buku maupun tata pengelolaannya.

x

Check Also

Jelang Pengukuhan 175 Guru Profesional, Prodi PPG Unika Ruteng Gelar Seminar Nasional

Ruteng, Unika Santu Paulus – Menyongsong pengukuhan 175 Guru Profesional, Program Studi Pendidikan Profesi Guru ...