Unika Santu paulus ruteng

Kerja Sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia, Sejumlah Dosen Unika Ruteng Mengikuti Pelatihan PEKERTI

Foto: Hasil tangkapan layar pelaksanaan kegiata PEKERTI Dosen Unika Santu Paulus Ruteng, Senin (4/10/2021)

Ruteng, Unika Santu Paulus – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng bekerjasama dengan Pendidikan Profesi Guru dan Jasa Keprofesian Universitas Pendidikan Indonesia(PPGJK UPI) menggelar Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Instruksional (PEKERTI) pertama bagi Dosen Unika Santu Paulus Ruteng selama 5 (lima) hari sejak tanggal 4 s.d. 8 Oktober 2021. Pelatihan ini dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting yang diikuti sejumlah 17 peserta dari Program Studi Pendidikan Matematika yang didanai oleh hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) dan 2 peserta susulan masing-masing dari Program Studi Pendidikan Teologi dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Acara pembukaan pelatihan PEKERTI ini diawali laporan kegiatan oleh ketua pelaksana PPGJK UPI Dr. Asep Suyana, M.Pd. Pada kesempatan tersebut Dr. Asep Suyana, M.Pd. menuturkan pelatihan PEKERTI ini didasari oleh MoU yang ditandatangani Universitas Pendidikan Indonesia dan Unika Santu Paulus Ruteng. “Kegiatan ini akan dilakukan selama 5 (lima) hari dalam pola 50 jam tatap muka dan 30 jam tugas mandiri sebagaimana yang disyaratkan oleh kemendikbudristek”, imbuhnya. Lebih lanjut Dr. Asep merincikan pelaksanaan kegiatan dan mewajibkan semua peserta mengikuti semua sesi atau materi yang diberikan serta mengumpulkan semua tugas mandiri atau kelompok. 

Rektor Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng Dr. Yohanes S Lon, M.A dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas terlaksananya kegiatan pelatihan PEKERTI di tengah suasana pandemi. “Pelatihan PEKERTI ini merupakan anugrah istimewah untuk lembaga Unika Santu Paulus Ruteng di tengah tantangan era revolusi 4.0”, tuturnya. Lebih lanjut Romo Rektor sapaan akrab dari para dosen dan mahasiswanya mengungkapkan bawah melalui kegiatan ini, para dosen memperbaharui kemampuan dan meningkatkan skill-nya,  sehingga dapat menjalankan tugas akademik sesuai tuntutan zaman. Terakhir, Romo Rektor menyampaikan perasaan bangganya bahwa Unika Santu Paulus Ruteng bisa bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia sebagai salah satu kampus besar yang banyak dipercayakan oleh dikti.  

Acara pemungkas pembukaan kegiatan PEKERTI adalah sambutan dari Direktur Pendidikan UPI Dr. rer. nat. Asep Supriatna, M.Si skaligus membuka kegiatan secara resmi. Mengawali sambutannya, Dr. rer. nat. Asep Supriatna, M.Si berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, dipahami dengan cara menyimaknya sehingga akan mendapatkan wawasan dan ketrampilan dalam menyenggarakan perkuliahan yang berkualitas. “Melalui kegiatan ini para dosen dapat mendesain pembelajaran yang menguntungkan para mahasiswa didalam menghadapi tantangan dimasa mendatang sehingga bisa berkiprah dengan baik sesuai potensinya masing-masing. Mudah-mudahan melalui kegiatan PEKERTI ini juga bapak dan ibu dosen mendapatkan pengalaman, penambahan wawansan dan peningkatan kualitas dan ketrampilan dalam melaksanakan perkuliahan”, tuturnya.

Materi yang disampaikan pada pelatihan Pekerti ini antara lain peningkatan pendidikan melalui pekerti, dosen sebagai ilmuwan dan pendidik, pengebangan kurikulum di perguruan tinggi berbasis KKNI & 21 century, implementasi softskill dalam pembelajaran, penentuan capaian pembelajaran, teori motivasi, analisis kompetensi, dan desain pembelajaran.Selian itu peserta juga harus melaksanakan simulasi microteaching, membuat Rencana Pembelajaran Semester (RPS), praktek analisis capaian pembejaran, praktek menyusun capaian pembejaran dan perencanaan praktikum dan lain-lain.Peserta juga dituntut mengerjakan tugas-tugas dari narasumber baik tugas individu maupun kelompok yang berkaitan dengan pembelajaran.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Dr. Maximus Tamur, M.Pd mengutarakan motivasinya mengikuti pelatihan PEKERTI ini adalah ingin memperbaharui ilmu dan berusaha memberikan pelayanan terbaik dalam pengajaran di kampus.“Harapannya agar dapat mengimplementasikan keilmuan yang didapat dalam pelatihan ini, mendapat dukungan dalam pelaksanaanya serta tercapai tujuan pembelajaran yaitu menjadikan mahasiswa tidak hanya knowing saja, tetapi juga doing,” tutur Kaka Max, begitu ia biasa dipanggil mahasiswanya.

Secara terpisah, peserta lainnya memberikan alasan yang lebih detail ketika ditanya tentang motivasi mengikuti pelatihan PEKERTI ini. Kegiatan pelatihan ini dianggap sebagai kesempatan untuk mengasah pengetahuan terkini dan latihan bagaimana menjadi dosen profesional yang mengakomodir kebutuhan mahasiswa dan menjawab tuntutan dunia kerja. Demikian kesan mendalam dari Dr. Inosentius Sutam sebagai salah satu peserta pelatihan PEKERTI. Selain itu, Dr. Ino menambahkan bahwa kegiatan PEKERTI akan memberikan pemahaman yang utuh tentang aturan dan administrasi terkini yang mendukung profesionalitas dosen seturut panggilan hidup, serta belajar dari dosen lain dan kampus lain bagaimana menjadi dosen profesional dan menjadi pelatih untuk yang lain. Terakhir, Romo Ino, sapaan akrab oleh para mahasiswanya menuturkan motivasi lain yang datang dari lubuh hatinya bahwa kegiatan ini sebagai kesempatan “jadi murid dan diajar oleh yang lain”.

Dihubungi secara terpisah, Ibu Valeria S Kurnila, S.SI., M.Pd selaku penanggung jawab kegiatan hibah PKKM menunturkan bahwa kegiatan ini dipastikan membantu pengembangan dan penguatan keilmuan para dosen. “Pelatihan ini tentu berdampak pada pelayanan bagi mahasiswa dalam pembelajaran sehingga mencapai harapan dan misi pemerentah melalui hibah PKKM yang kita menangkan”, imbuhnya.

x

Check Also

Dosen Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng Melakukan Magang di Sekolah

Foto: Magang Dosen Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng di SMPK Fransiskus Ruteng Ruteng, ...