Unika Santu paulus ruteng

LOKAKARYA MERDEKA BELAJAR-KAMPUS MARDEKA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FKIP UNIKA SANTU PAULUS RUTENG

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris merasa terpanggil untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Mardeka yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam menyikapi ekspektasi bagaimana pembelajaran di abad 21 dalam era revolusi industry. Dalam rancangan Lokakrya Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Mardeka dilaksanakan sebanyak tiga tahap yaitu tahap pertama penyajian materi, tahap kedua pemamaran materi dari staf ahli dan tahap ketiga adalah pembuatan kurikulum dan penyempurnaannya.
Tahap pertama lokarya dilaksanakan pada Sabtu, 13 Maret 2021 di Gedung Utama Timur (GUT) 105. Lokakarya ini dihadiri oleh semua dosen dan tenaga kependidikan program studi Pendidikan Bahasa Inggris. Lokakrya ini dibuka oleh Dekan FKIP UNIKA Santu Paulus Ruteng DR. Maksimus Regus, S.Fil, M.Si. Dalam sambutannya beliau menekan bahwa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menjadi marwa bagi kampus ini sebagai program studi tertua. Selain itu, Program Mardeka Belajar-Kampus Mardeka telah menjadi trend yaitu melepaskan belenggu-belenggu dari ikatan birokrasi yang berbelit-belit sehingga para dosen menjadi lebih mudah bergerak untuk menciptakan kreativitas, inovatif dalam mengembangkan tugas serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih apa yang mereka sukai, namun pilihan tersebut harus dijaga agar dapat dipertahankan mutu pendidikan. Lebih lanjut dekan mengharapkan agar lokakarya tersebut dapat menghasilkan SOP dan kurikulum yang efektif dalam prakteknya.
Narasumber kegiatan tahap pertama lokakrya kurikulm ini adalah Stanislaus Guna, M.Pd dengan materi ‘Kurikulum Prodi; Tuntutan dan Kebutuhan dan DR. Hieronimus C.Darong, S.S,M.Pd dengan Materi Strategi dan Implementasi KMMB di program studi. Stanis dalam materinya menekankan pentingnya kurikulum program studi yang mendukung kebutuhan tenaga kerja. Belia menjelaskan bahwa kurikulum program studi haruslah menjambatani kebutuhan dunia kerja dan target pencapaian lulusan program studi yaitu para lulusan memiliki pengetahuan dan serasi dengan apa yang diinginkan oleh dunia kerja. Para lulusan dapat bekerja sesuai dengan pengalaman Pendidikan yang mereka miliki sehingga dapat menjadi calon guru yang handal di tingkat SD/Madrasa, SLTP dan SLTA dan menjadi pelaku parawisata yang handal.
Dalam pemaparannya DR. Hieronimus Darong, S.S, M.Pd menjelaskan mekanisme pembuatan kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Mardeka sesuai dengan pedoman pembuatan kurikulum nasional. Setelah itu dilakukan diskusi untuk mengidentivikasi mata kuliah-mata kuliah yang dapat dimasukan kedalam kurikulum mardeka belajar yang terdiri dari dua semester di luar kampus (40 SKS) dan satu semester lintas program studi (20 SKS).
Sedangkan Lokarya tahap II dilakukan secara daring atau online dengan melibatkan staf ahli DR. Ani Susanti, M.Pd yang menyajikan materi Implementasi KKMB di Perguruan Tinggi. Dalam pemaparannya beliau lebih mengedepankan pengalaman Kampus Merdeka – Merdeka Belajar yang dilaksanakan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Lebih lanjut menurut beliau kegiatan belajar luar kampus UAD dilaksanakan pada semester 4 karena semester 1-3 mahasiswa harus dibekali dengan basic language skill dan dasar-dasar kependidikan yang menjadi batu pijakan bagi mahasiswa untuk menjalankan program tersebut. Ada pun kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1. Pertukaran Pelajar (Students Exchange)
Kampus UAD telah mengirim mahasiswanya untuk melakukan kegiatan pertukaran belajar ke berbagai negara di Asia dan Eropa; Malaysia (94 mahasiswa), Brunei Darussalam ( 2 mahasiswa), Thailand (58 mahasiswa), Philipina (8 mahasiswa), Korea Selatan (6 mahasiswa), Taiwan (17 mahasiswa), China (10 mahasiswa), Jepang (7 mahasiswa), Jerman (3 mahasiswa), Belanda (2 mahasiswa), dan Abu Dhabi (4 mahasiswa).
2. Magang dan Praktik Kerja
3. Asisten Mengajar di satuan Pendidikan
4. Penelitian atau riset
Kegiatan Lokakarya tahap II dilanjutkan dengan diskusi para dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan moderatornya DR. Hieronimus C.Darong, S.S, M.Pd. Diskusi tersebut menghasilkan rekomendasi sebagai berikut:
1. Perkuliahan Lintas Prodi yang dilaksanakan di kampus UNIKA Santu Paulus Ruteng belum bisa dikategorikan sebagai kegiatan KMMB karena demannya tidak sesuai dengan standar baku yang ditetapkan oleh Ristekdikti
2. Dosen yang menjadi pembimbing kegiatan tidak harus dosen pengampu mata kuliah tetapi siapa saja yang siap dan memiliki kemampuan berkomunikasi untuk mendamping kegiatan mahasiswa
3. Kampus UAD belum melaksanakan KMMB bidang penelitian/Riset karena tuntutannya adalah harus bekerja sama dengan Lembaga riset.
4. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris akan memberikan hak kepada mahasiswa untuk secara sukarela mengambil sks di luar perguruan tinggi (PT) sebanyak dua semester (Setara 40 sks) dan satu semester (setara 20 sks) dalam kampus pada program studi lain.

x

Check Also

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Unika Santu Paulus Kembangkan Model Pembelajaran Enterpreneursip in Tourism

Foto: Profesor Anita Lie saat menyapaikann materi “ Developing Enterpreneurship in Tourism Course Design” Ruteng, ...