Unika Santu paulus ruteng

PkM Dosen PBSI: Menggairahkan Kembali Semangat Pemertahanan Budaya dan Tradisi Lisan Daerah Waerebo

Foto: Dosen-dosen PBSI, FKIP Unika Santu Paulus Ruteng Berfoto Bersama Warga Desa Wisata Waerebo Seusai Kegiatan PkM, Senin (3/2/2020)

Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Waerebo, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Senin (3/2/2020).

Sasaran dan  tujuan kegiatan yang  mengusung tema, “Pemertahanan Budaya dan Tradisi  Lisan Daerah” ini adalah menyuarakan semangat dan kegairahan masyarakat Waerebo untuk tetap mempertahankan budaya, tradisi lisan, dan benda-benda pusaka peninggalan nenek moyang. Para dosen PBSI yang harus berjuang menempuh perjalanan panjang penuh tanjakan menuju Waerebo, tempat PkM diterima oleh keluarga Bapak Bruno di kediaman mereka, samping rumah gendang Waerebo.

Para Dosen PBSI yang mengikuti PkM, yakni Romo Bonefasius Rampung, S.Fil. M.Pd., selaku Ketua Program Studi PBSI, Eduardus Y. Abut, S.Fil.,M.Pd., Ibu Yuliana Jetia Moon, M.Hum., Ibu Angela Klaudia Danu, M.Pd., Bapak Marianus Supar Jelahut, S.Fil.,M.Pd., Bapak Yuvantinus Effrem Warung, S.Sos.,M.Pd., Bapak Stanislaus Hermanditoyo, M.Pd., Gregorius Raru, M.Hum., Bernardus Tube, M.Pd., Petrus Sii, S.Kom.,M.Pd., Ibu Priska Filomena Iku, S.S., M.Pd., dan Bapak Antonius Nesi, M.Pd. Selain itu, hadir juga Pa Sais Seran selaku pegawai sekretariat Prodi PBSI.

Baca Juga: Para Dosen Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng Adakan PkM di SMAK Santa Maria Iteng

Dalam acara penerimaan, Bapak Bruno, salah satu warga Waerebo yang mendiami niang (rumah) tradisional Manggarai mengungkapkan kegembiraan dan sukacita menerima romobongan PkM dari Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng. “Kami besyukur dan berterima kasih kepada keluarga besar Prodi PBSI, sekaligus anggota PkM yang rela berjuang menapaki tanjakan curam untuk datang mengunjungi dan belajar bersama kami di Waerebo ini. Kami sangat terbuka menerima siapa saja yang mau belajar budaya dan tradisi Waerebo,” ungkap Bapak yang menjadi keturunan ke-19 di gendang Waerebo ini. Lebih lanjut, Bapak Bruno berharap agar kehadiran para anggota PkM dari Prodi PBSI membantu masyarakat Waerebo untuk tetap mempertahankan budaya dan semua tradisi, baik yang tampak maupun yang tidak tampak seperti tradisi lisan, karena tradisi budaya masyarakat Waerebo memiliki keunikan tersendiri.

Sementara itu, Ketua Program Studi PBSI, FKIP, Unika Santu Paulus Ruteng, Romo Bonefasius Rampung S.Fil., M.Pd., dalam sapaannya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Waerebo, khususnya para keluarga yang telah menerima rombongan PkM di Waerebo. Romo Bone, demikian sapaan akrab beliau mengungkapkan, Waerebo adalah ikon budaya masyarakat Manggarai yang tetap mempertahankan tradisi dan budaya warisan nenek moyang. “Kami ucapkan terima kasih kepada keluarga dan masyarakat Waerebo yang memberikan kami kesempatan dan tempat untuk datang belajar tentang budaya dan tradisi di Waerebo. Kami datang sebagai satu keluarga Prodi PBSI, sekaligus kelompok program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk belajar dan mendapatkan pengetahuan tentang Waerebo dan seluk-beluk di dalamnya. Khususnya mengenai kekahasan tradisi budayanya,” ungkap Romo asal Pocoleok ini.

Baca juga: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Adakan Lokakarya Pengembangan Kurikulum

Lebih lanjut Romo Bone mengemukakan bahwa sejauh ini Waerebo masih menjadi tujuan wisata budaya di Manggarai, tanah Nuca Lale ini. Karena itu, kita perlu lestarikan dan pertahankan keaslian budaya dan tradisinya sampai selamanya.

Kegiatan PkM dilakukan dalam bentuk sharing dan diskusi bersama. Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para anggota PkM untuk menggali makna dan nilai-nilai tradisi lisan, khususnya goet-goet Manggarai. Selain itu, anggota PkM juga mendapat pengetahuan tentang kekhasan tradisi dan budaya Waerebo yang kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kampung tradisional Waerebo merupakan satu-satunya kampung yang masyarakatnya masih mempertahankan contoh asli rumah bundar beratap jerami beralaskan ijuk atau biasa disebut Mbaru Niang yang masih menggunakan  kontruksi ikat. Keunikan desa ini adalah kontruksi rumahnya, pola perkampungan atau pemukiman, dan pola kehidupan sosial budayanya. Hal ini yang menggerakan para Dosen PBSI dan Tim PkM untuk menggairahkan kembali semangat pemertahanan budaya dan tradisi masyarakat Waerebo sehingga tidak tergerus oleh zaman dan teknologi.

Di selah-selah kegiatan PkM, Ibu Angela Klaudia Danu, M.Pd selaku ketua Tim PkM mengajak masyarakat untuk tetap mempertahankan tradisi dan budaya yang tekah menjadi kekhasan masyarakat Waerebo. “Waerebo memiliki keunikan dan kekhasan dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya, dalam aspek budaya dan tradisi yang tidak dimiliki oleh banyak masyarakat di dunia. Karena itu, kita perlu pertahankan dan lestarikan sampai selamanya,” ungkap Dosen Sastra ini.

Dengan adanya kegiatan PkM ini diharapkan masyarakat Waerebo tetap memiliki semangat untuk mempertahankan kehidupan, tradisi, dan budaya warisan nenek moyang sebagai kekhasan budaya Manggarai. Artinya, kegiatan PkM ini mengajak masyarakat Waerebo tetap konsisten pada warisan budaya dan tradisi nenek moyang walaupun dihadapkan pada zaman dan teknologi yang semakin berkembang.

Usai kegiatan PkM para dosen PBSI melakukan foto bersama dan melakukan perjalanan pulang ke Ruteng. (Cont/Adm: BT/RN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Unika Santu Paulus Ruteng Sosialisasikan Kebijakan Tri Dharma dan Gelar Workshop Pembelajaran Daring

Foto: Kegiatan Sosialisasi Kebijakan Tri Dharma PT Unika Santu Paulus Ruteng dan Workshop Pembelajaran Daring ...