Unika Santu paulus ruteng

Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng Gelar Seminar Pembelajaran Bahasa dan Sastra

Foto: Tangkapan Layar Pelaksanaan Seminar Nasional Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng, pada Selasa (30/8/2022)

Ruteng, Unika Santu Paulus – Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menyelenggarakan Seminar pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia secara daring melalui platform media zoom meeting pada Selasa (30/8/2022).
Seminar yang bertajuk “Pembelajaran Bahasa dan Sastra Berbasis Teks teks, Konteks, dan Proyek, serta Implementasinya dalam Kurikulum MBKM” itu sebagai salah satu implementasi penyesuaian kurikulum MBKM; juga merupakan jawaban hibah Pemenang Proposal PKKM dari Kemendikbud 2022.
“Seminar ini sebagai implementasi penyesuaian Kurikulum MBKM dalam Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng. Prodi PBSI menyiapkan peserta didik menjadi pendidik pemula bahasa dan sastra Indonesia. Sejak Kurikulum 2013, Kurikulum Transisi 2020, dan Prototipe 2022, paradigma pendidikan bahasa dan sastra berbasis teks menjadi identititas pembelajaran bahasa Indonesia. Dalam lingkup paradigma ini, teks tidak hanya diposisikan sebagai konten semata, tetapi didudukkan sebagai basis proses dan orientasi pembelajaran bahasa Indonesia,” papar Dr. Yohanes Mariano Dangku, S.Fil., M.Pd. dalam sambutan pembukanya.
Lebih lanjut, Dr. Ino mengungkapkan, Undangan Kemendikbud 2022 kepada setiap PT mengikuti Kompetisi Proposal PKKM memberi peluang bagi Prodi ini untuk mengusulkan Penyesuaian Kurikulum MBKM dan Penguatan Kapasitas Dosen sebagai salah satu aktivitas.
“Dengan aktivitas ini Prodi PBSI merespons perubahan dan melakukan adaptasi Kurikulum MBKM di prodi ini sebagai cerminan semangat tekun, ulet, dan lentur. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dalam melakukan adaptasi dan inovasi Kurikulum MBKM pada mata kuliah-mata kuliah ampuan masing-masing. Secara operasional, para dosen terampil merevisi dan menata kembali RPS-RPS Berbasis Teks-Konteks-Proyek sebagai Implementasi Kurikulum MBKM pada mata kuliah ampuan masing-masing. Produk kegiatan ini adalah Buku Pedoman Kurikulum dan Dokumen RPS semua mata kuliah prodi ini,” ungkapnya.
Untuk menjawabi Proposal PKKM, rohaniwan Keuskupoan Ruteng itu memaparkan juga visi dan misi Program PKKM Prodi PBSI.
“Visi program ini, yakni Tataan Kurikulum PBSI yang responsif dan inovatif terhadap perubahan lokal, nasional, dan global. Perubahan real saat ini adalah pemberlakuan Kurikulum MBKM PT se-Indonesia. Sementara, Misinya, Menyesuaikan Kurikulum MBKM dalam menata Kurikulum PBS Berbasis Teks-Konteks-Proyek Prodi PBSI,” paparnya.
Dalam paparanyya juga, Dr. Ino menyatakan visi dan misi itu diimplementasikan dalam aksi, (1) mengikuti pembekalan bertajuk Pembelajaran Bahasa dan Sastra berbasis teks-konteks-proyek oleh narasumber ahli. (Kegiatan ini dilaksanakan pada hari ini); (2) mengikuti lokakarya Implementasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Berbasis Teks-Konteks-Proyek dalam Penyusunan RPS-RPS Prodi PBSI Unika St.Paulus Ruteng (Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam Lokakarya yang direncanakan pada Sabtu, 10 September yad); dan (3) merevisi dan menata kembali Kurikulum PBSI Unika St.Paulus Ruteng sesuai dengan Kurikulum MBKM (Kegiatan ini menjadi salah satu Subaktivitas PA3 PKKM Prodi PBSI dalam Koordinasi Ketua Prodi PBSI).
Sementara, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si. dalam sambutan memberi apresiasi dan menyambut baik pelaksanaan seminar pembelajaran bahasa dan sastra berbasis tes, konteks, dan proyek ini.
“Saya meberi apresiasi dan terima kasih kepada rekan-rekan dosen Prodi PBSI yang telah bekerja ekstra secara bersama untuk menyukseskan Program PKKM ini,” ungkapnya.
Kegiatan ini menurutnya banyak hal yang harus disiapkan dalam menghadapi PKKM.
“Kita bersyukur karena pemerintah telah memberi kesempatan untuk menanggapi program PKKM. Tentu, fakultas dan program studi selalu berusaha semaksimal mungkin untuk memperkuat kapasitas mahasiswa, dosen, dan lembaga. Dan hal itu salah satunya melalui implementasi program PKKM melalui seminar pembelajaran ini,” tuturnya.
Di akhir sambutan nya, Dr. Maks mewakili FKIP mendukung penuh kegiatan seminar sekaligus menaruh harapan pada hasil kegiatan ini.
“Tentu FKIP terus mendukung implementasi program PKKM. Saya berharap prodi terus mengadakan kegiatan-kegiatan dalam memperkuat kapasitas dan sumber daya mahasiswa serta dosen. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Mahsun, Ms. Terima kasih juga kepada keprodi dan tim penanggung jawab PKKM ini,” tutup imam Keusupan Ruteng ini.

Ketua Prodi PBSI, Bonevasius Rampung, S.Fil., M.Pd. diawal sambutan mengutip pepatah latin, Tempora Mutantur Et Nos Mutamur in Illis (waktu terus berubah dan kita berubah di dalam waktu).
“Pesan dasar dari ungkapan ini sesungguhnya mau menegaskan bahwa manusia harus tetap bisa kreatif, produktif, dan adaptif terhadap setiap perubahan dari waktu ke waktu. Hemat saya perjumpaan kita dalam forum akademik sebegini menjadi indikasi bahwa memang kita inginkan agar pembelajaran bahasa dan sastra itu tetap selaras zaman dan menjawab kebutuhan zaman. Dalam rumusan yang mungkin terkesan progresif kegiatan akademik seperti hari ini sesungguhnya menjadi pilihan bagi kita semua tentang pentingnya adaptasi untuk transformasi. Berubah untuk berbuah,” ungkapnya.
“Tentu kita harus berterima kasih kepada pemerintah yang memfasilitasi kegiatan akademik kita ini karena kegiatan ini menggunakan dana Hibah PKKM. Kita percaya bahwa pemerintah meloloskan Propsoal kita untuk kegiatan seperti ini dengan topik yang kita geluti ini karena kita dan pemeritah berada dalam alur yang sama. Ingin berubah dan berbuah dalam tugas dan karya kita sebagai petani kata yang setia mengolah rasa merangkainya kata-kata. Aneka rasa yang dirankai dalam kata-kata itulah teks dan teks selalu diproduksi dalam konteks tertentu,” lanjutnya.
Di akhir sambutan, Romo Bone menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya seminar ini.
“Mengakhiri sambutan ini saya menyampaikan terima kasih kepada Prof. Dr. Mahsun, Ms untuk kesediaan beliau meluagkan waktu dan tenaganya yang berharga untuk menjadi narasumber dan pewawas kita dalam gerak maju kita bersama terkait pembelajaran bahasa dan Sastra. Terima kasih kepada Rm.Dr.Yohanes Marianio Dangku, S.Fil., M.Pd. yang menginisasi kita semua untuk terlibat dalam menguliti tema raksasa hari ini. Terima kasih untuk Dekan FKIP, para dosen Prodi PBSI Unika Santu Paulus yang terlibat dalam seluruh persiapan dan pelaksanaan kegiatan akdemik ini. Juga tentu terima kasih untuk pihak pemerintah terkait dana hibah yang dipakai dalam kegiatan hari ini. Juga mohon maaf jika ditemukan hal-hal yang kurang berkenan dalam rangkaian kegiatan kita sepanjang hari ini,” tutupnya.
Seminar ini menghadirkan pembicara Prof. Dr. Mahsun, Ms, Guru Besar Linguistik di Universitas Mataram.
Frof. Mahsun dalam pemaparan materinya mengungkapkan, bahasa sebagai sarana berpikir.
“Bahasa merupakan sarana berpikir. Segala hal dapat dikatakan sebagai bahasa jika memiliki bentuk dan makna. Tanpa salah satu maka belum dapat dikatakan sebagai bahasa. Pikiran mencip[takan insan yang memiliki kemampuan berpikir sistematis, terkontril, empirik, dan kritis. Dan semuanya dicapai melalui pendekatan saintifik: mengobservasi, mempertanyakan, menganalisis, dan melaporkan,” paparnya.
Kegiatan ini diawali dengan upacara pembuka (opening ceremony), lalu diikuti sambutan-sambutan, peyajian materi dari pembicara melalui zoom, dan penutup.
Kegiatan seminar pembelajaran ini dihadiri oleh para dosen PBSI Unika Santu Paulus Ruteng.

x

Check Also

Prodi Agronomi Unika Ruteng Gelar Pembekalan Mahasiswa PKL Tahun 2022

Foto: Mahasiswa Angkatan Perdana Program Studi Agronomi FPP St. Paulus Ruteng usai Pelaksanaan Kegiatan Pembekalan ...