Unika Santu paulus ruteng

Refleksi: Prodi Sosial Ekonomi Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng Harus Hasilkan Petani-Petani Muda

Refleksi Hari Tani Nasional

Unika Santu Paulus Ruteng-Pada Senin (30/9/2019) Prodi Sosial Ekonomi Pertanian (SEP) unika St. Paulus Ruteng menyelenggarapakan Fokus Grup Discusion (FGD) dengan tema “Membangun Sektor Pertanian Kabupaten Manggarai Yang Berdaya Saing.” Kegiatan ini digelar di “Aula de Lelis” Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian (FIKP). Menurut Polykarpus Payong, selaku ketua panitia, kegiatan ini merupakan bentuk refleksi terhadap kondisi Pertanian di Manggarai, dan bahwa kegiatan ini sebenarnya bagian dari Perayaan Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September. Polykarpus mengatakan “walaupun Hari Tani Nasional sudah lewat seminggu, tetapi kami dari Prodi SEP ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk bersama Dinas terkait, para pelaku dan praktisi pertanian beberapa topik aktual pertanian Manggarai.”

Foto Bersama Usai Kegiatan

Sebagaimana terlihat dalam pelaksanaan FGD ini, beberapa pelaku dan praktisi serta pengamat pertanian hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Caritas Keuskupan Ruteng, beberapa kelompok petani Simantri, pegiat pupuk organik, dan beberapa pebisnis sektor pertanian. Di awal diskusi, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Bapak Lorensius Santu, memaparkan berbagai data terkini tentang kondisi pertanian di Kabupaten Manggarai. Ia menyinggung bahwa berdasarkan data kondisi alam dan lingkungan, Kabupaten Manggarai sangat cocok untuk pertanian. Program prioritas saat ini adalah Pengembangan Hortikultura melalui pendekatan simantri, dan pengembangan kopi

Baca Juga: Unika Santu Paulus Ruteng: Sosial Ekonomi Pertanian Harus Menjadi Prodi yang Berkarakter

Krisis Petani Muda.

Dalam diskusi kelompok salah satu yang menjadi buah refleksi adalah harapan yang sangat besar dari masyarakat agar kehadiran prodi SEP dan Agronomi di Unika St. Paulus Ruteng akan menghasilkan generasi yang mau berprofesi sebagai petani. Menurut peserta FGD, minat generasi muda terhadap pertanian sangat kecil. “Kami harap prodi SEP bisa menghasikan petani-petani muda. Ubah pandangan masyarakat bahwa PNS itu  bukan satu-satunya cita-cita, sarjana pertanian harus jadi petani,” demikian kata Kanis Jek, dari kelompok Tani Melati Nterlango. 

Terkait kegiatan FGD ini, Pater David Djerubu, selaku Dekan FIKP, menyinggung soal pentingnya prodi dan fakultas mengendapatkan berbagai informasi penting dan faktual terkait pertanian sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengembangan kurikulum. “selain merefleksikan berbagai persoalan pertanian di Manggarai, kesempatan FGD ini memberi banyak informasi penting bagi FIKP dan terutama bagi prodi untuk menentukan orientasi strategis terkait pengembangan prodi. Kurikulm harus dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat,” ungkap biarawan SVD tersebut.(Kontributor: Utama)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

x

Check Also

Jelang Liburan Nataru, Rektor Unika Ruteng Sampaikan Pesan Natal Tahun 2023

Ruteng, Unika Santu Paulus – Rektor Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menyampaikan Pesan ...