Unika Santu paulus ruteng

Rektor Unika Santu Paulus Ruteng: Salam Pro-kehidupan

DR. Yohanes Servatius Lon, M.A.

Salam Pro-kehidupan.

Ibu/bapa saudara-saudari sekalian. Terkait peristiwa pembuangan bayi yang dilakukan oleh terduga mahasiswi Unika Santu Paulus Ruteng beberapa hari lalu, kami keluarga besar Unika Santu Paulus ingin menyampaikan:

  1. Turut prihatin atas kejadian yang tidak bermoral tersebut. Perbuatan itu tidak dibenarkan menurut ajaran iman, hukum dan norma, apapun alasan di balik peristiwa itu. Kami mendukung upaya penyelidikan masalah secara hukum yang adil dan bermartabat.
  2. Kendati demikian, kami tidak membenci pelakunya, melainkan perbuatannya saja. Olehnya sebagai lembaga pendidikan kami telah dan akan terus memberikan dukungan moral, material dan bantuan lainnya bagi pelaku agar ia bisa bertobat, menjalankan proses hukum dengan baik, mengalami pemulihan iman, batin dan jiwa.
  3. Sejak hari pertama ia ditangkap polisi, kampus sudah aktif memberikan bantuan dan pendampingan rutin baginya dalam bentuk ada dan menemani dia, memberikan konseling dan penguatan, memberi pencerahan bagi keluarganya, memberi pencerahan bagi warga sekitar kejadian, mendoakan, memberi support material dan non material lainnya. Kami akan terus membantu dia dalam proses-proses selanjutnya.
  4. Status yang bersangkutan saat ini adalah masih mahasiswi pada Unika Santu Paulus Ruteng. Sesuai dengan aturan dan tradisi kampus, jika terbukti ada mahasiswa (laki-laki) atau mahasiswi (perempuan) melanggar aturan dan norma yang telah disepakati bersama, dia akan diberikan sanksi pada akhir semester, sampai ia menyelesaikan semester yang sedang dilaluinya. Saat ini anak ini sedang dalam proses akhir penyelesaian skripsi.
  5. Marilah kita bersama menghargai kehidupan (pro-life), dengan mencintai setiap orang apapun keadaannya, memberikan dukungan dan bukannya hujatan atau caci maki yang sama sekali tidak membantu penyelesaian masalah dan mendukung upaya pemulihan martabat manusia. Secara khusus kita doakan pelaku ini agar diberikan penyesalan dan pertobatan yang sempurna dan bisa kembali bangkit sebagai anak Allah yang bermartabat. Semoga kita juga bertobat dan bekerja sama baik sehingga tidak ada lagi kejadian serupa di masa yang akan datang.
  6. Mohon tidak menyebarkan foto pelaku atau foto lainnya terkait yang dapat mengganggu kenyamanan banyak orang.

Teriring salam dan doa,

Rektor Unika

TTD

Rm. Dr. Yohanes S. Lon, M. A

Pernyataan ini sudah dibagikan sejak tanggal 27 Oktober 2019 melalui WhatsApp dan akun Facebook Resmi: Unika Santu Paulus Ruteng

Klik dan Ikuti alamat FACEBOOK RESMI UNIKA SANTU PAULUS RUTENG:

DI SINI

Leave a Reply

Your email address will not be published.

x

Check Also

Jelang Liburan Nataru, Rektor Unika Ruteng Sampaikan Pesan Natal Tahun 2023

Ruteng, Unika Santu Paulus – Rektor Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menyampaikan Pesan ...