Unika Santu paulus ruteng

Resmikan MoU dengan Perguruan Tinggi se-Daratan Flores, Unika St. Paulus akan Gelar Webinar Nasional

Foto: Webinar FKIP Unika St Paulus Ruteng bersama sejumlah Pimpinan PT sedaratan Flores

Ruteng, Unika Santu Paulus – Unika St. Paulus Ruteng akan bangun kerja sama dalam bidang Tridarma dengan Perguruan Tinggi se-Daratan Flores. Peresmian kerja sama tersebut akan ditandai dengan penandatanganan dokumen Memorandum of Understanding (MoU), yang dilakukan bersamaan dengan Webinar Nasional dengan tema besar: “Strategi Perguruan Tinggi se-Daratan Flores dalam Membangun Sumber Daya Manusia pada Masa Pandemi Covid-19”, yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 7 Agustus 2021. Ada pun perguruan tinggi yang dilibatkan kali adalah Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Universitas Nusa Nipa Indonesia, Universitas Flores, dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Citra Bhakti Ngada. Penyelenggara kegiatan ini adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Unika St. Paulus Ruteng.

Menurut Dekan FKIP, Dr. Maksimus Regus, S. Fil., M.Si. rasional kegiatan ini bertolak dari kenyataan bahwa gelombang terpaan Pandemi Covid-19 telah menerjang berbagai bentuk dimensi kehidupan, tak terkecuali dalam dunia pendidikan tinggi. Gelombang terpaan Covid-19 ini sudah pasti berdampak pada perubahan pola desain dan praksis pendidikan, berikut pelaksanaan Tridarma mengalami perubahan pola. Pola pendidikan yang selama ini lebih banyak dijalankan secara tatap muka (di luar jaringan), dirubah dalam bentuk virtual (dalam jaringan). Dalam menyikapi perubahan ini, tentu setiap perguruan tinggi di Indonesia umumnya, dan di wilayah daratan Flores khususnya, masing-masing telah menerapkan strategi dan kebijakan dalam mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan tirdarmanya, sesuai dengan arahan pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Dr. Maks, pada saat ini solidaritas akademik dan komitmen membangun SDM harus tetap dikedepankan dan bahkan semakin ditingkatkan dalam diri masing-masing perguruan tinggi di Flores ini. Untuk membangun solidaritas akademik dan komitmen yang utuh dalam membangun SDM, maka perlu ada ruang untuk saling membagi pengalaman dan praktek baik. Masing-masing PT sudah pasti telah menerapkan strategi dan kebijakan yang merupakan pilihan terbaik dan menjadi praktik baik (best practice) dalam menjalani masa pandemi ini. Nah…selain mengikuti arahan pemerintah pusat dan daerah, pelaksanaan Tridarma setiap Perguruan Tinggi di daratan Flores selama masa pandemi ini pasti memiliki perbedaan dan persamaan dalam hal kebijakan pendidikan. Perbedaan dan persamaan kebijakan pendidikan ini tentu sesuai dengan keadaan riil, kebutuhan internal dan perspektif masing-masing kampus dalam menyelami dampak gelombang pandemi. Segala bentuk kebijakan Tridarma masa pandemi ini tetapi memiliki solidaritas dan komitmen dasar, yaitu menjamin keterlaksanaan proses pendidikan yang bermutu dengan tujuan pembangunan sumber daya manusia yang bermutu pula.

Sementara Ketua LPM, Dr. Ans. Prawati Yuliantari, M. Hum, menegaskan, untuk mengetahui dan mendalami tentang strategi masing-masing perguruan Tinggi sedaratan Flores dalam dalam membangun Sumber Daya Manusia pada Masa Pandemi Covid-19, maka dibutuhkan diskursus lintas perguruan tinggi. Untuk kepentingan ini, bekerja sama dengan FKIP Unika St. Paulus Ruteng, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menginisiasi seminar lintas pergutuan tinggi di daratan Flores. Diskursus yang diinisiasi oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Unika St. Paulus Ruteng ini menjadi sangat urgen, selain untuk mengetahui perspektif kebijakan pendidikan dari masing-masing perguruan tinggi pada masa pandemi berikut men-share praktik-praktik baiknya, juga menjajaki peluang kerja sama dalam menjalankan Tridarma, berikut kolaborasi dalam bidang-bidang lain.

Menurut Dr. Tia, dengan adanya kesepahaman dan kerja sama ini, ruang solidaritas akademik dan komitmen dalam membangun SDM (mahasiswa, dosen, dan masyarakat pengguna jasa) di Flores tetap terawat dan terpelihara, tidak saja pada masa pandemi, tetapi juga pada masa normal nanti. Dengan adanya diskursus dan kerja sama ini, perguruan tinggi se-daratan Flores dapat pula merekayasa proyeksi dan prospeksi tentang berjamak hal yang mesti dilakukan pada masa mendatang, baik ketika pandemi berakhir, maupun ikhtiar memenuhi tagihan revolusi 4.0 dan 5.0.
Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Marianus Mantovanny Tapung, S. Fil.M. Pd. menegaskan, kegiatan Webinar nasional dan penandatanganan MoU dengan empat perguruan tinggi di daratan Flores ini, bertujuan untuk membangun diskursus dan sharing ilmiah tentang penerapan strategi dan kebijakan yang merupakan pilihan terbaik (best policy) dan menjadi praktik baik (best practice) perguruan tinggi dalam menjalankan tridarma pada masa pandemi Covid-19. Dalam kegiatan ini, pimpinan perguruan tinggi juga akan mendiskusikan tentang proyeksi dan prospeksi tentang ikhtiar masing-masing perguruan tinggi ketika pandemi berakhir dan upaya memenuhi tagihan revolusi 4.0 dan 5.0. Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah membangun (menandatangani) nota kesepahaman (kerja sama) di bidang Tridarma Perguruan Tinggi dalam membangun Sumber Daya Manusia (dosen, mahasiswa, masyarakat pengguna jasa) di daratan Flores.


Menurut Dr. Mantovanny, luaran (out comes) dari kegiatan ini yakni: rekaman digital dan tertulis tentang hasil seminar, rekomendasi-rekomendasi dan ratifikasinya dokumen Memorandum of Understanding (MoU) antara FKIP/LPM Unika St. Paulus Ruteng dengan pihak Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Universitas Nusa Nipa Indonesia, Universitas Flores, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Citra Bhakti. Yang akan menandatangani MoU ini adalah Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Rektor Universitas Nusa Nipa Indonesia, Rektor Universitas Flores, Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Citra Bakti dan Rektor Universitas Katolik St. Paulus Ruteng. Sementara yang menjadi narasumber Webinar nasional Aloysia Berlinds Lasar, S.Pd., M.Pd. (Dosen STFKLedalero), Dr. Jonas K.G.D. Gobang, S. Fil., M.A (Dosen Unipa Indonesia, Dr. Simon Sira Padji, M.A (Rektor Universitas Flores), Dr. Dek Ngurah Laba Laksana, M.Pd. (Dosen STKIP Citra Bakti), dan Dr. Maksimus Regus, S. Fil., M.Si. (Dekan FKIP Unika St. Paulus). Dan, yang menjadi peserta webinar nasional adalah para pimpinan Perguruan Tinggi, dosen, mahasiswa, pemerhati pendidikan dan SDM, serta masyarakat luas.

x

Check Also

Kukuhkan 175 Guru Profesional, Rektor Unika Ruteng Tekankan Pentingnya Menjadi Guru Profesional  yang Edukatif, Transformatif, dan Kolaboratif di Tengah Distraksi Era Digital

Ruteng, Unika Santu Paulus – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uinversitas Katolik Indonesia (Unika) ...