Unika Santu paulus ruteng

UKM Literasi Sastra Mementaskan Karya Cipta Bersama Komunitas Teater Saja

Anggota dan Moderator UKM Literasi Sastra berfoto Bersama Anggotan Kelompok Teater Saja seusai pementasan, Sabtu (14/12/2019)

Unit Kegiatan Mahasiswa Literasi Sastra (UKM Litera) Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng berkolaborasi dengan Komunitas Teater Saja mementaskan Karya Cipta Sastra di Aula Missio UNIKA Santu Paulus Ruteng (14/12/2019).

Pentas ini adalah ‘de Prologi’ menuju kolaborasi untuk menampilkan ekosistem pertunjukan yang sesungguhnya dan imersif di waktu yang akan datang. Pementasan sastra yang digelar malam Minggu lalu diakhiri dengan diskusi terbuka bersama Koordinator UKM Litera, Bernardus Tube Beding dan Pendiri Komunitas Teater Saja, Marcelus Ungkang, yang saling berbagi bersama anggota mengenai permasalahan membangun ekosistem pertunjukan sastra.

Yunarius Ugi Suharjo, salah seorang aktor monolog merasa bangga bisa bergabung dalam Komunitas Teater Saja menyatakan, “Pentas Cipta Karya yang diproduksi oleh UKM Litera dan Komunitas Teater Saja merupakan pementasan yang bertujuan untuk setiap anggota UKM Litera dan Komunitas Teater Saja berkembang, bukan hanya untuk pribadi setiap anggota, tetapi juga untuk penonton. Hal ini berkaitan dengan ekosistem teater. Artinya, sebuah pementasan yang baik merupakan pementasan yang berkembang bersama penonton.”

Baca juga: Frans Obon: “Berita Tidak Boleh Berisi Penafsiran Terhadap Fakta”

Pementasan ini dilakukan oleh Komunitas UKM Litera dan Teater Saja karena memiliki semangat yang sama dan sebagai sebuah ‘gerakan belajar bersama’. Selain itu, pementasan ini bertujuan mendekatkan teater dengan penontonnya. Lebih dari itu, Pendiri Komunitas Teater Saja, Marcelus Ungkang mengungkapkan bahwa kegiatan Pentas Karya Cipta ini untuk memelihara kontinuitas dan membangun ekosistem seni di Ruteng. “Kegiatan bersama ini untuk memelihara kontibuitas kegiatan dalam. Selain itu, pentas ini bagian dari usaha terus menerus membangun ekosistem seni di Ruteng. Kita berharap kualitas dan keragaman pertunjukkan seni di Ruteng bisa lebih baik dari waktu ke waktu. Tentu saja, ini kerja marathon,” ungkap Dosen PBSI UNIKA Santu Paulus tersebut.

Anggota dan Moderator UKM Literasi Sastra berfoto Bersama Anggotan Kelompok Teater Saja berdiskusi dan berbagi mengenai permasalahan membangun ekosistem pertunjukan sastra, Sabtu (14/12/2019)

Pementasan ini ingin menciptakan skema kreativitas setiap anggota komunitas dalam napas kolaborasi, menghidupkan ruang-ruang ekspresi sebagai arena peran bersama. Bernardus Tube Beding, Koordinator UKM Litera mengungkapkan bahwa pementasan karya cipta ini merupakan awal yang baik untuk membangun ekosistem sastra di tanah Nuca Lale. “Kegiatan pentas karya cipta kolaboratif ini merupakan suatu awal harapan bagi sunia sastra di tanah Nuca Lale ini. Masyarakat Manggarai, kgususnya kaum muda dapat membangun budaya atau ekosistem pertunjukkan sekaligus menumbuhkan budaya menonton teater sebagai bagian dari budaya populer, mementahkan tuduhan “pementasan sastra adalah kegiatan kuno dan membosankan” yang masih melekat pada teater di kalangan masyarakat,” kata Dosen asal Lembata ini.

Kaum muda pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya yang bergabung dalam Komunitas UKM Litera pun mendapat penguatan pendidikan karakter. Tidak heran, mahasiswa yang pernah bermain peran di atas panggung cendrung berani tampil di depan publik. Sayangnya, selepas lulus kuliah terkadang tidak ada yang meneruskan. Saat ini, upaya itu tengah dibangkitkan kembali dengan kehadiran UKM Literasi Sastra yang menjadi wadah pengembangan nalar dan kreativitas mahasiswa UNIKA santu Paulus Ruteng.

Salah satu aktris musikalisasi puisi, Yeni Sunyo mengaku senang bisa ikut dalam pementasan kolaboratif ini. “Saya merasa senang dan bangga bisa belajar bermain peran, khususnya dalam pementasan di atas panggung. Saya bersyukur bisa bergabung dalam UKM Litera yang selalu memberi ruang kepada anggota untuk bernalar, berekspresi, dan berkreativitas,” kata Mahasiswa PBSI tersebut. Baginya, beracting di panggung teater sungguh memuaskan. Seperti diajarkan oleh para dosen sastra selama perkuliahan.

Toven, seorang anggota UKM Litera mengaku mendapat banyak pelajaran dengan bergabung ikut di UKM Litera. Dari ilmu beracting di panggung seringkali ia terapkan di acara-acara kreatif. “itu sangat berguna bagi saya,” ujarnya.

Kedua komunitas ini menampilkan berbagai bentuk pertunjukan, antara lain monolog, pentas musik, musikalisasi puisi, pembacaan puisi, dramatisasi puisi, dan diskusi proses kreatif.

Selanjutnya, dalam diskusi bersama setiap anggota diberi keluasan untuk berbagi dan saling memberi saran yang membangun untuk perkembangan pementasan yang akan datang. Dalam diskusi, Pendiri Komunitas Teater Saja dan Koordinator UKM Litera dalam satu nada sepakat bahwa ekosistem pementasan yang berpayung pada ‘dramatisasi’ tidak luput dari apa yang disebut plot progresif. Artinya, sebuah dramatisasi berawal dari eksposisi, konflik, rising action, komplikasi, klimaks, hingga penyelesaian. Unsure-unsur ini yang menjadi dasar dalam sebuah penampilan dramatisasi yang baik.

Setiap masukan berupa pendapat tentunya sangat membantu UKM Litera dan Komunitas Teater Saja dalam pementasan-pementasan selanjutnya. Di akhir diskusi, Pa Marsel, sapaan bagi Marcelus Ungkang memberikan penguatan kepada anggota UKM Litera. “UKM Litera bisa menjadi salah satu penggerak diskusi-diskusi sastra atau tetaer yang melibatkan pegiat atau komunitas-komunitas di Ruteng. Akan baik juga jika itu menjadi semacam kalender tahunan,” ungkapnya. (*Cont/Adm: BB/RN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Cegah Hambatan Pelaksanaan UAS Selama WFH, Ini Penegasan Kaprodi PGSD Unika Santu Paulus Ruteng

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menggelar ...