Unika Santu paulus ruteng

Unika Santu Paulus Ruteng Berikan Keringanan dalam Pembayaran Keuangan Mahasiswa

Foto: Gedung Baru Unika Santu Paulus Ruteng

Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng membuat kebijakan pemotongan uang kuliah mahasiswa termin keempat sebesar 20%. Hal ini tertuang dalam Keputusan Rektor Unika Santu Paulus Ruteng Nomor 231/SK-IIIa/Rektor/g-4/2020 tentang Pemotongan Pembayaran Uang Kuliah Termin IV Tahun Akademik 2019/2020 yang diumumkan pada Rabu (29/4/2020). Dalam keputusan ini juga diinformasikan bahwa mahasiswa dapat melakukan pembayaran uang kuliah termin keempat pada bulan Juni s.d. Juli 2020. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Unika Santu Paulus Ruteng untuk meringankan beban orangtua mahasiswa yang umumnya terkena dampak negatif secara ekonomi akibat merebaknya pandemi Covid-19.

Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari sejumlah pihak di lingkungan Unika Santu Paulus Ruteng. Salah satu dosen Unika Santu Paulus Ruteng, Ambros L. Edu, S. Fil., M.Pd menyatakan apresiasinya atas kebijakan ini. “Pemotongan uang kuliah mahasiswa sebesar 20% tentu sangat positif. Dengan jumlah mahasiswa Unika yang menembus angka 3000 orang, pemotongan ini berjumlah signifikan. Lebih dari itu, saya mengapresiasi respons empatik kampus terhadap keadaan ekonomi masyarakat dan orangtua mahasiswa yang serba sulit akibat pandemi ini. Harapannya kebijakan ini disampaikan secara jujur oleh mahasiswa ke orangtua mereka”, ujar dosen yang ber-home based di Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) itu.

Baca juga: Penyebaran Covid-19 di Indonesia Semakin Meluas, Rektor Unika Santu Paulus Ruteng Perpanjang Masa WFH

Sementara itu, secara terpisah, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unika Santu Paulus Ruteng, Marselinus Salviobas juga memberikan tanggapan positif atas kebijakan ini. “Saya Marselinus Salviobas Ketua BEM Unika ingin menyampaikan bahwa Mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng  tentunya sangat mengapresiasi kebijakan kampus dan Yayasan Santu Paulus ini…”, ujarnya. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa kebijakan ini menunjukkan bahwa lembaga Unika Santu Paulus Ruteng dan Yayasan Santu Paulus Ruteng (Yaspar) selalu terbuka menerima aspirasi mahasiswa. “Bagi kami ini adalah tanggapan positif lembaga terhadap dua permohonan yang  diajukan oleh BEM Unika yakni permohonan penundaan registrasi termin IV dan pemotongan registrasi termin IV sebesar 20%. Permohonan yang diajukan oleh mahasiswa dengan alasan memburuknya perekonomian akibat wabah corona dan bahwa selama pandemi ini mahasiswa tidak menggunakan fasilitas kampus. Tentu ini merupakan suatu kebijakan yang sangat membantu Mahasiswa dan orang tua selama pandemi Covid 19.” terangnya.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Unika Santu Paulus Ruteng Sediakan Empat Cara Pendaftaran bagi Calon Mahasiswa Baru

Selain kebijakan ini, seperti diberitakan sebelumnya, Unika Santu Paulus Ruteng juga membuat sejumlah kebijakan lain untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 di lingkungan kampus. Kebijakan itu antara lain adalah melaksanakan proses belajar atau perkuliahaan mahasiswa dari rumah (take home course) sejak 19 Maret hingga 30 Mei 2020. Selama masa ini dosen juga tidak diperkenankan beraktivitas di dalam kampus, tetapi tetap melaksanakan tri dharma perguruan tinggi dari rumah (work from home). Selain itu, kebijakan penerimaan mahasiswa baru juga dijalankan sesuai protokol pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19. (Adm: RN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Prodi PBSI Unika Santu Paulus Jalin Kerja Sama Pengembangan Tri Dharma PT dengan Yayasan Klub Buku Baca Petra

Foto: Pengurus Yayasan Buku Baca Petra bersama Keprodi, Sekprodi dan Dosen Prodi PBSI Unika Santu ...