Unika Santu paulus ruteng

Unika Santu Paulus Ruteng Dipilih Menjadi Salah Satu Pendamping Desa Wisata oleh Kemenparekraf

Foto: Rektor Unika Santu Paulus Ruteng berfoto bersama sejumlah Pimpinan Perguruan Tinggi yang dipilih Kemenparekraf untuk menjadi Pendamping Desa Wisata, Kamis (27/2/2020)

Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng dipilih oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menjadi salah satu pendamping Desa Wisata di Indonesia. Hal itu ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kemenparekraf, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Rektor Unika Santu Paulus Ruteng di Jakarta, Kamis (27/2/2020). Unika Santu Paulus Ruteng sendiri  terpilih bersama 100 Perguruan Tinggi (PT) lain yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Wakil Rektor (Warek III) Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Inosensius Sutam, sesungguhnya ada 160 PT yang diundang untuk mengikuti sosialisasi pendampingan desa wisata bersama Kemenparekraf di Makassar, Sulawesi Selatan pada 10 Februari yang lalu. Namun, hanya 100 PT yang dinyatakan proposalnya layak dan diterima, termasuk dari Unika Santu Paulus Ruteng. Ke-100 PT itu kemudian diudang ke Jakarta untuk menandatangani perjanjian kerja sama. “Sebenarnya ada 160 PT yang diundang untuk mengikuti sosialisasi tantang hal ini di Makasar pada tanggal 10 Febuari yang lalu. Kemudian ternyata hanya 100 yang membuat proposal yang sesuai permintaan mereka, dan PT-PT itulah yang diundang untuk PKS (penandatanganan kerja sama) di Jakarta”, jelas Pastor Ino. Unika Santu Paulus sendiri, lanjut Pastor Ino, sudah melakukan beberapa hal sebelum menyusun proposal untuk menjadi pendamping desa wisata ini. “Beberapa hal telah kita lakukan sebelum proses penyusunan proposal ini, yaitu, Pertama, melakukan pendekatan dengan masyarakat dan pimpinan desa wisata, yaitu Desa Meler pada tanggal 11 dan 13 Februari 2020. Kedua, memilih dan menetapkan dosen pendamping desa wisata. Ketiga, Melakukan pendekatan dengan Pemda Kabupaten Manggarai, dalam hal ini Dinas Pariwisata, untuk mengeluarkan SK Desa Wisata. Sekarang kita masih menunggu kegiatan selanjutnya, yaitu pelatihan dosen pendamping desa wisata”, urainya.

Foto: Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Yohanes S. Lon, M.A saat menandatangani dokumen Perjanjian Kerjasama dengan Kemenparekraf dan Kemendes PDTT tentang Pendampingan Desa Wisata, Kamis (27/2/2020)

Bagi Unika Santu Paulus Ruteng, kepercayaan pemerintah pusat ini menjadi kesempatan berharga untuk berkontribusi secara nyata bagi pembangunan desa. Unika Santu Paulus Ruteng berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat desa dalam menangkap peluang dari pengembangan pariwisata. Hal ini kian strategis setelah Labuan Bajo, Manggarai Barat ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas di tingkat nasional. Hal ini diyatakan oleh Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Yohanes S. Lon, M.A. “Kita bersyukur bisa terpilih bersama 100 perguruan tinggi lain di Indonesia untuk menjadi pendamping desa wisata. Hal ini adalah kesempatan baik bagi lembaga ini untuk berkontribusi secara nyata dalam pembangunan masyarakat desa. Kita berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat desa di bidang pariwisata. Apalagi saat ini wilayah kita telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas secara nasional”, ujarnya. (Adm: RN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Cegah Penyebaran Covid-19, Unika Santu Paulus Ruteng Sediakan Empat Cara Pendaftaran bagi Calon Mahasiswa Baru

Foto: Gedung Utama Unika Santu Paulus Ruteng yang Beralamat di Jl. Jend. Ahmad Yani Nomor ...