Unika Santu paulus ruteng

Unika Santu Paulus Ruteng Terlibat dalam Riset Pastoral Integral Keuskupan Ruteng

Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng ikut berperan serta dalam riset untuk pengembangan pastoral integral di Keuskupan Ruteng. Hal itu diketahui dari press realease yang disampaikan Tim Peneliti Pastoral Integral Keuskupan Ruteng di Ruteng, Minggu (14/6/2020). Riset yang diinisiasi oleh Yayasan Santu Paulus Ruteng (Yaspar) ini akan melibatkan 50 peneliti yang berasal dari sejumlah lembaga, yaitu Unika Santu Paulus Ruteng, Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (Stipas) Santu Sirilus Ruteng, dan Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Ruteng.

Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Yohanes S. Lon, M.A. mengungkapkan bahwa lembaga yang dipimpinnya  menyambut positif dan antusias dengan adanya riset ini. Riset ini, katanya, menjadi kesempatan bagi Unika Santu Paulus untuk memberikan kontribusi kepada Uskup baru Keuskupan Ruteng dan seluruh umat Keuskupan Ruteng melalui kajian ilmiah. “Unika Santu Paulus Ruteng pada dasarnya mengapresiasi dan antusias dengan dilaksanakannya kegiatan riset ini. Bagi kami, ini salah satu kesempatan untuk mendukung kepemimpinan uskup baru kita dan berkontribusi untuk seluruh umat di keuskupan ini melalui kajian akademik-ilmiah”, ujarnya.

Sementara itu, salah satu anggota Tim Leader riset ini, Dr. Mantovany Tapung, M.Pd. dalam press realease, Minggu (14/6/2020) kemarin menyatakan bahwa penelitian kolaboratif dengan skema payung ini bertujuan untuk mendukung kepemimpinan Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, Pr. yang ditahbiskan 19 Maret 2020 yang lalu. “Tujuan umum riset payung ini adalah mendapatkan peta masalah dan konsep solusi peningkatan sumber daya katolik di wilayah Keuskupan Ruteng sebagai bahan dasar penyusunan peta jalan (road map) Gereja Keuskupan Ruteng pada jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.  Sementara tujuan khususnya; mendapatkan peta masalah dan konsep solusi peningkatan sumber daya dalam bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat; ekonomi dan pariwisata; lingkungan hidup; sosial, budaya dan politik; dan pastoral gereja.”, ujar Dr. Manto.

Lebih lanjut, Dr. Manto dalam press realease yang sama menyatakan bahwa riset ini diharapkan menghasilkan tiga luaran utama. “Adapun target luaran riset ini adalah: Pertama, tersedianya data komprehensif, holistik, akurat dan valid, secara kuantitatif dan kualitatif mengenai peta kondisi pendidikan dan kesehatan masyarakat; ekonomi dan pariwisata; lingkungan hidup; sosial, budaya dan politik’; dan pastoral gereja; kedua, tersusunnnya dokumen laporan penelitian yang akan didiseminasikan melalui seminar; ketiga, publikasi dalam bentuk buku cetakan sebanyak 100 eksemplar; dan keempat, publikasi pada jurnal terindeks dan jurnal internasional bereputasi”, urai doktor tamatan UPI Bandung itu.

Riset yang menurut rencana akan dijalankan selama tiga bulan ini (15 Juni – 30 Agustus 2020), diketuai oleh Prof. Dr. Frans Salesman, SE., M. Kes.; Wakil, Dr. Yohanes S. Lon, MA.;  Sekretaris, Dr. Fransiska Widyawati, M.Hum.; Anggota, Dr. Max Regus, S. Fil., MA., Dr. Marianus Mantovanny Tapung, S. Fil., M. Pd.; Dr. Fidelis Den, MA. Riset ini akan mengkaji lima bidang turunan yang masing-masing akan dikerjakan secara kolaboratif oleh lima tim yaitu: 1. Bidang Pendidikan dan kesehatan ditangani oleh Dr. Marsel R. Payong, M. Pd., dan tim;  2. Bidang Ekonomi dan Pariwisata ditangani oleh Dr. Ans Tia Purnawati, M.Hum., dan tim; 3. Bidang  Lingkungan Hidup ditangani oleh Dr. Martin Chen dan tim; 4. Bidang Sosial, budaya, dan Politik ditangani oleh Dr. Manfred Habur dan tim; 4. Bidang Pastoral Gerejani ditangani oleh Dr. Rikardus M. Jehaut dan tim.  Sementara seluruh kegiatan penelitian akan didanai oleh Yaspar. (Adm: RN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kaprodi PGSD Tegaskan Mahasiswa Skripsi Tidak Diizinkan Melaksanakan Penelitian Lapangan Selama Pandemi Covid-19

Sabtu, (30/5/2020), Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus ...