Unika Santu paulus ruteng

Unika St. Paulus Ruteng Bekerja sama dengan Negara USA untuk Pertukaran Dosen dan Mahasiswa

Ruteng, Unika Santu Paulus – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng melakukan penjajakan dengan pemerintah Amerikas Serikat melalui Konsulat USA di Surabaya untuk melakukan pertukaran dosen dan mahasiswa. Hal ini dikemukakan oleh Dr. Ans Prawati Yuliantari, M. Hum selaku ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) dan Kerja sama Unika Santu Paulus Ruteng dalam kegiatan Webinar Nasioal, Selasa 02 November 2021. Menurut Ibu Tia, kerja sama lintas negara dan benua seperti ini menjadi keuntungan besar bagi pengembangan dan peningkatan mutu dan kapasitas kampus Unika Santu Paulus Ruteng, yang merupakan salah satu kampus swasta terbaik di NTT. Dengan adanya kerja sama ini, peluang dunia kerja antara negara menjadi terbuka lebar. Orang-orang Manggarai Raya khususnya dan NTT umumnya, bisa belajar dan bekerja di negara lain, dengan catatan, sumber daya manusia harus dipersiapkan dulu secara baik. Penjajakan pertukaran dosen dan mahasiswa Manggarai dengan pemerintah USA ini merupakan salah satu pintu masuk untuk pengembangan SDM yang kompeten dan kompetitif.


Sementara Ketua Panitia penyelenggara kegiatan sekaligus moderator webinar nasional, Dr. Mantovanny Tapung, S. Fil., M.Pd., memberi landasan tentang penjajakan kerja sama pertukaran mahasiswa dan dosen dengan pemerintahan USA. Menurut Mantovanny, salah satu tuntutan keterampilan belajar abad 21 adalah keterampilan sosial yang tampak pada kegiatan kolaborasi dan komunikasi. Kerja sama dengan negara lain merupakan bagian dari memenuhi tuntutan adanya keterampilan sosial ini. Dengan berkolaborasi, membangun jejaring dan berkomunikasi dengan pihak lain membuat wawasan kita menjadi lebih luas dan peluang untuk bisa bertahan hidup menjadi lebih terbuka.


Sebagai wilayah yang sedang berkembang dan terus berkembang, Manggarai atau NTT sangat membutuhkan kerja sama dengan negara lain yang sudah maju. Dari mereka kita akan belajar banyak tentang banyak hal. Jika kerja sama ini bersama, dosen dan mahasiswa yang bisa belajar di Amerika nanti akan pulang dengan banyak pengetahuan yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan di daerah. Karena itu, Dr. Mantovanny mengajakan semua pihak, perguruan tinggi di NTT, pemerintah daerah dan masyarakat untuk terbuka dan berikhtiar menjalin kerja sama dengan negara lain, salah satunya mendukungan kegiatan pertukaran mahasiswa ini.


Yang menjadi narasumer dari Webinar Nasional ini, yakni Puguh B. Susetiyo, yang merupakan Cultural Affairs Assitant US Consulate General Surabaya dan Ambarizky Trinugraheni, selaku Education USA Advisor. Sementara para pesertanya adalah dosen, mahasiswa, guru dan para pelajaran SMA.

x

Check Also

Unika Santu Paulus Ruteng Mewisuda 608 Lulusan Sarjana dan Ahli Madya

Ruteng, Unika Santu Paulus – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menyelenggarakan acara puncak ...