Unika Santu paulus ruteng

Verifikasi Kelayakan Proposal PKKM, Unika Santu Paulus Divisitasi Tim Kemendikbud

Foto: Tangkapan Layar Jalannya Visitasi PKKM sesi Pertemuan dengan Pimpinan PT, Kamis (22/04/2021)

Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng mendapat visitasi dari Tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dalam rangka verifikasi kelayakan proposal Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), pada Kamis (22/04/2021). Visitasi yang berlangsung secara virtual melalui platform media zoom meeting ini dijalankan setelah Unika Santu Paulus Ruteng mengajukan proposal untuk mendapatkan hibah PKKM dari Kemendikbud RI pada Februari lalu.

Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Yohanes Servatius Lon, M.A dalam sambutan saat rapat persiapan visitasi ini, menyatakan kegembiraannya atas proses PKKM ini. “Kita bergembira dan bersyukur bahwa kampus kita mendapatkan kesempatan untuk  terlibat dalam PKKM dan divisitasi guna verifikasi kelayakan. Mengingat tidak semua kampus yang mengajukan proposal divisitasi, kita patut bersyukur sambil berharap bahwa kita dinyatakan layak menerima hibah ini” ujar Rektor Yohanes.

Foto: Tangkapan Layar Jalannya Visitasi PKKM sesi Pertemuan dengan Tim Task Force, Kamis (22/04/2021)

Pada kesempatan yang sama, Rektor juga menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam kegiatan ini. “Saya menyampaikan apresiasi kepada Warek I dan tim kerjanya yang sudah mempersiapkan semuanya. Saya ajak kita semua untuk bekerja sama agar kegiatan visitasi ini berjalan lancar sambil berharap kampus kita layak memenangkan hibah ini”,  imbuhnya.

Secara terpisah, Wakil Rektor I (Warek I) Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Fransiska Widyawati, M.Hum menjelaskan hal ikhwal PKKM ini. “PKKM ini merupakan hibah dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk Institusi Perguruan Tinggi. Program ini ada untuk mendukung Kebijakan Umum Kampus Merdeka. PKKM bertujuan mendorong, mempercepat, dan memfasilitasi transformasi perguruan tinggi. Selain itu program ini juga berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi dengan memfasilitasi aspirasi, inovasi, dan semangat sivitas akademika kampus di Indonesia merespon dan mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan dinamika kehidupan masyarakat yang terjadi.” terang Dr. Fransiska.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa PKKM adalah kompetisi terbuka yang sudah dimulai sejak November tahun 2020 lalu. “Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM) merupakan program kompetisi terbuka, dengan sistem seleksi berkelompok (tiered system). PK-KM dapat mencakup program studi dan program di tingkat institusi yang diutamakan untuk sistem pengelolaan Kampus Merdeka atau disebut Institutional Support System (ISS). Hibah ini disosialisasikan pada November 2020. Registrasi Calon Pengusul  30 November 2020. Batas Pemasukan Proposal: 4 Februari 2021.”, urainya lagi

Visitasi untuk verifikasi kelayakan PKKM berlangsung dari Kamis (22/04/2021) pagi hingga sore hari. Ada tujuh termin kegiatan dalam visitasi ini. Hal ini disampaikan oleh Alberta P. Makur, S.Si., M.Pd. “Ada tujuh agenda kegiatan dalam visitasi kali ini. Pertama, Pertemuan dengan pimpinan PT yang meliputi Ketua Yayasan, Rektor, Para Wakil Rektor, Dekan dan Ketua LPM. Kedua, pertemuan dengan task force, kordinator prodi dan unit penanggung jawab ISS. Ketiga, pertemuan dengan mitra. Keempat, pertemuan dengan perwakilan dosen. Kelima, Pertemuan dengan perwakilan mahasiswa. Keenam, Rapat internal reviewer. Dan ketujuh, wrap up.”, jelas Alberta.

Ada dua program studi (Prodi) Unika Santu Paulus Ruteng yang diusulkan dalam PKKM, yaitu Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Prodi Pendidikan Mataematika. Sementara itu, tiga reveiewer yang hadir melakukan visitasi pada hari ini adalah Bapak Radite P.A. Setiawan, Bapak Halus Satriawan, dan Ibu Sulistiyaningsih. Ketiga reviewer ini merupakan pakar yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan verifikasi kelayakan proposal PKKM di Unika Santu Paulus Ruteng.

x

Check Also

Hari Kedua Perhelatan ICEHHA, Pertanian, Kesehatan, dan Pendidikan Jadi Topik Utama

The First International Conference on Education, Humanities, Health, and Agriculture (ICEHHA) Universitas Katolik Indonesia (Unika) ...