Unika Santu paulus ruteng

Webinar Prodi PGPAUD: Pembelajaran AUD Selama Masa Pandemi

Seminar ilmiah Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Anak  Usia Dini (PGPAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia (Unika) St. Paulus Ruteng pada semester ganjil 2020/2021 dibuat berbeda dari biasanya. Di tengah ancaman meluasnya penyebaran pandemi Covid-19, kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring pada Sabtu (10/10/2020). Seminar yang berlangsung dari pukul 08.00-12.00 Wita ini diikuti oleh sekitar 300 peserta yang berasal dari mahasiswa/i utusan setiap tingkat Prodi PGPAUD, para guru/tutor PAUD dari berbagai wilayah di Manggarai Raya dan luar Manggarai, serta masyarakat umum lainnya.

Ketua Prodi PGPAUD, Fransiskus de Gomes, S. Fil. M. Pd. saat membuka secara resmi kegiatan webinar ini  menggarisbawahi sekali lagi relevansi dan urgensi pembelajaran daring bagi orang tua, pihak sekolah dan anak didik di masa sulit ini. “Di tengah kesulitan akibat merebaknya pandemi ini, kita tidak bisa menyangkal arti penting dan relevansi pembelajaran daring. Karena itu, amat urgen bagi semua stakeholders pendidikan anak usia dini untuk memahami hakikat dan hal-hal teknis terkait pembelajaran daring ini. Seminar hari ini kiranya bisa menjadi salah satu input yang membantu kita semua,” ujar Gomes.

Penyajian materi dalam webinar ini dilakukan secara bergantian oleh empat dosen pemakalah dan disusul dengan diskusi bersama serta pembahasan aneka pertanyaan dari peserta. Jalannya webinar ini dipandu oleh moderator, yakni Petrus Redy P. Jaya, S. Fil. M. Pd.

Fransiskus de Gomes, S. Fil. M. Pd yang tampil sebagai pembicara pertama membawakan makalah berjudul “Urgensitas Mindful Parenting bagi Orangtua AUD pada Masa Pandemik Covid-19.” Dalam paparannya, Dosen sekaligus Ketua Prodi PGPAUD itu menyatakan bahwa pandemi Covid-19  telah mengakibatkan adanya transformasi strategi pembelajaran. Pola konvensional berupa tatap muka menjadi pembelajaran berbasis teknologi dengan tuntutan “belajar dari rumah”.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa transformasi seperti ini tentu berisiko karena keterbatasan sumber daya dan besarnya bebab tuntutan perubahan pada pihak orangtua siswa dan anak usia dini. Kompleksitas persoalan yang dihadapi oleh orangtua memengaruhi kegiatan pengasuhan dan pendampingan belajar anak.

Berhadapan dengan situasi ini, menurut Gomes, orangtua dituntut untuk memahami mindful parenting. Mindful parenting merupakan kesadaran orangtua dalam memperhatikan, menularkan kasih sayang, dan mengembangkan potensi diri anak dengan menekankan cara-cara pengasuhan positif seperti memberikan label atau penilaian positif dari setiap pengalaman anak. Dengan kata lain, orangtua harus merasakan, menerima, menghargai, dan mengarahkan anak kepada hal-hal yang baik. Mindful parenting mengarahkan orangtua untuk mengendalikan kecemasan dan ketakutannya serta menerapkan pola asuh positif bagi anaknya.

Theresia Alviani Sum, M. Pd. sebagai pembicara kedua, melalui makalah berjudul “Peran Orang Tua dan Pembelajaran di Tengah Pandemik” mengungkapkan bahwa peran orang tua mutlak diperlukan selama proses pembelajaran anak melalui study from home ini. Peran guru di sekolah digantikan oleh orang tua untuk mengajar dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah anak. Situasi “kalang kabut” sering dialami para orang tua karena pengalihan tugas study from home tersebut.

Pemakalah menemukan bahwa sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan bersama anak-anak untuk menstimulasi perkembangan mereka, antara lain: bermain bersama, olahraga bersama, masak bersama, berkebun, dll. Orang tua secara perlahan belajar menjadi guru di rumah, belajar banyak hal terkait perkembangan anak, bagaimana menjadi seorang pengajar yang sabar dan menyenangkan serta kegiatan-kegiatan variatif lainnya untuk pengembangan kecerdasan anak.

Emilia Graciela Mega Taran, M. Pd. yang tampil sebagai pemakalah ketigamenyajikan makalah berjudul: “Pemenuhan Hak Anak Selama Masa Pandemi Covid-19” Dalam uraiannya, Ia berkisah tentang dampak negatif dan kekhawatiran yang telah ditimbulkan pandemic ini. Pemberlakuan Pembatasan Social Berskala Besar (PSBB), Work From Home (WFH), Study from Home merupakan contoh-contoh konkret kebijakan untuk memutuskan mata rantai COVID-19 yang melahirkan dampak-dampak luas lanjutan pada hampir seluruh lini kehidupan. Pembelajaran di sekolah, sebagai satu contoh, dihentikan dan diganti dengan pembelajaran online (jarak jauh) dari rumah. Metode ini memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan belajar siswa yang masih sangat membutuhkan bimbingan dan pendampingan.

Peran dan kewajiban sekolah dalam mengembangkan berbagai keterampilan anak didik seperti sosial, emosional, kognitif serta keterampilan lainnya, terpaksa dialihkan dengan pembelajaran dari dan di rumah oleh orangtua, yang berakibat pada banyaknya perbedaan dalam pendampingan seperti yang para guru lakukan di sekolah. Sayangnya, selama masa pandemik tercatat angka kekerasan terhadap anak kian meningkat. Salah satu penyebabnya yaitu, kurangnya pemahaman dan kemampuan orangtua dalam menyusun strategi serta pendekatan pembelajaran kepada anak. Pemenuhan hak-hak anak menjadi terhambat pula selama masa pandemi.

Sementara itu, Maria Rahayu Anwar, M. Pd. dengan makalah berjudul: “Orangtua dan Kemampuan Bercerita dalam Pembelajaran Anak Usia Dini pada Masa Pandemik Covid-19” menjadi pemakalah terakhir. Dalam penjelasannya, Ia mensinyalir bahwa pandemi ini berdampak pada semua lini kehidupan setiap negara termasuk Indonesia, dunia pendidikan pada umumnya dan pembelajaran anak usia dini secara khusus. Penyebarannya yang cepat dan masif membuat pemerintah Indonesia mengambil kebijakan untuk melakukan pembelajaran dari rumah. Peran kegiatan belajar diambil alih oleh orangtua.

Oleh sebab itu, orang tua dituntut dan wajib memiliki kemampuan berbicara yang baik, memahami pelbagai karakteristik anak usia dini, meniru suara-suara yang berbeda, pintar mengatur nada dan intonasi, serta memiliki keterampilan dalam menggunakan alat bantu atau alat peraga pada saat bercerita. Jika orangtua memiliki berbagai kemampuan di atas, maka kegiatan bercerita dipastikan akan bermanfaat untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menggembirakan, menanamkan nilai-nilai pendidikan anak yang baik, mengembangkan imajinasi dan rasa ingin tahu anak, membangkitkan semangat dan menimbulkan keasyikan tersendiri, memacu kemampuan verbal anak, melatih pendengaran dan membantu pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor anak.

Webinar ini kemudian disusul dengan penyampaian sejumlah pertanyaan informatif dan diskusi dari peserta. Setiap pertanyaan dijawab secara bergantian oleh keempat pemateri. Kegiatan seminar daring akhirya ditutup dengan satu catatan penting bahwa selama masa pandemi Covid-19, orang tua sebagai satu komponen dalam Pendidikan Anak Usia Dini dituntut untuk berpartisipasi aktif dan berperan secara penuh dalam proses study from home dengan tetap memperhatikan pemenuhan hak anak di rumah, mengembangkan kemampuan bercerita sebagai satu metode pembelajaran efektif di rumah dan turut mempraktekkan mindful parenting yang efisien serta efektif bagi anak-anak di rumah. (Cont/Adm: FG/RN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Prodi PBSI Unika Santu Paulus Jalin Kerja Sama Pengembangan Tri Dharma PT dengan Yayasan Klub Buku Baca Petra

Foto: Pengurus Yayasan Buku Baca Petra bersama Keprodi, Sekprodi dan Dosen Prodi PBSI Unika Santu ...